Heboh Pungli ke Sopir Truk Rp 50 Ribu, Preman di Deli Serdang Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Tersangka pemalakan truk di Deli Sedang saat ditangkap (istimewa)

INDIESPOT.ID, Deli Serdang – Video praktik pungutan liar yang dilakukan seorang preman terhadap sopir truk di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang viral di media sosial, Sabtu, 30 Oktober 2021.

Di video itu, terlihat seorang preman sedang marah dengan sopir truk lantaran tidak mau memberikan uang sebesar Rp 50 ribu. Namun, karena sadar aksinya direkam sopir truk, preman itu justru menurunkan uang pungutannya menjadi Rp 5 ribu.

Bacaan Lainnya
<div class="fb-post" data-href="https://facebook.com/story.php?story_fbid=277331707610268&amp;id=100060003218533&amp;sfnsn=wiwspmo&amp;_rdc=1&amp;_rdr" data-width="500" data-show-text="true"><blockquote cite="https://id-id.facebook.com/tanjung.morawa.589/posts/277331707610268" class="fb-xfbml-parse-ignore">Dikirim oleh <a href="https://www.facebook.com/tanjung.morawa.589">Tanjung Morawa</a> pada&nbsp;<a href="https://id-id.facebook.com/tanjung.morawa.589/posts/277331707610268">Kamis, 28 Oktober 2021</a></blockquote></div>

“Apa yang Rp50 ribu yang kau minta,”ujar sopir truk.

Namun, karena sadar aksinya direkam sopir truk, preman itu justru menurunkan uang pungutannya menjadi Rp 5 ribu. Ia pun meminta agar kejadian itu tak direkam sopir truk.

“Kan bisa bicara baik-baik, ngapain meski kayak gini kau buat,” kata si preman.

Karena terus terlibat cek-cok, akhirnya sopir truk meyerahkan hanya uang Rp 5 ribu.

“Bukan sok ngajak berantam, tadi kau ku saih Rp 5 ribu enggak mau,” balas sopir.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol M Firdaus membenarkan video viral itu. Kata dia peristiwa terjadi Sabtu, 30 Oktober. Polisi langsung bergerak dan berhasil menangkap pelaku inisial JU.

“Tersangka ditangkap tidak jauh dari kediamannya di Jalan Industri Dusun I Desa Tanjungmorawa B Kecamatan Tanjungmorawa,” ujar Kompol Firdaus dalam keterangannya, Senin, 1 November.

Dari hasil pemeriksaan, kata Kompol Firdaus, JU mengakui ia melakukan pungli kepada setiap truk yang hendak melakukan bongkar-muat.

JU mewajibkan setiap truk membayar Rp 20 ribuan dengan memberikan kwitansi berstempelkan salah satu organisasi kemasyarakatan Lalu uang pungli itu diberikan kepada ketua organisasi mereka. Sedangkan, dia hanya mendapatkan upah 25 persen dari uang yang dikumpulkan.

Meskipun begitu, polisi masih mendalalami keterangan JU. Kini atas perbuatannya dia ditahan di Polsek Tanjung Morawa.

“JU kini ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pengaduan korban dan menjalani pemeriksaan yang dijerat melanggar pasal 368 KUHP dengan ancaman pidana penjara 9 tahun,” tutupnya (Sat)