Indiespot.id-Nasional, Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsesl), Minggu (28/3), diduga dilakukan oleh dua orang dan menggunakan motor matik dalam melancarkan aksinya.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, aksi bom bunuh diri dilakukan dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua.
“Jenis sepeda motor matik, pelat nopolnya DD 5984 MD. Yang diduga dinaiki oleh dua orang yang kemudian terjadi ledakan di depan pintu gerbang gereja Katedral Makassar,” ujarnnya, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, dikutip dari Detikcom.
Diketahui pajak motor matik yang dilakukan dalam aksi bom bunuh diri sudah habis dan telah jatuh tempo pembayaran pada tanggal 20 Oktober 2020. Total pajak yang harus dibayarkan adalah sekitar Rp 224.040, sudah termasuk pembayaran PKB pokok, PKB denda, SWDKLLJ pokok, dan SWDKLLJ denda.
Tidak dijelaskan matik Honda model apa yang digunakan dalam aksi bom bunuh diri tersebut. Namun motor matik tersebut memiliki kode ACH1M21B04 AT.
Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3), pukul 10.28 WITA. Diketahui belasan orang menjadi korban akibat aksi bom bunuh diri tersebut. Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian perkara. (E4)






