Menkes: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Di Mulai Hari Ini

  • Whatsapp
Menkes: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Di Mulai Hari Ini
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual mengenai vaksinasi Covid-19 terhadap lansia (Indiespot.id/Kemenkes)

Indiespot.id-Jakarta. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi Covid-19 terhadap penerima berusia 60 tahun ke atas atau lansia akan dimulai hari ini, Senin (8/1). Kembali, di tahap awal ini diprioritaskan kepada tenaga kesehatan (nakes).

“Kami sudah memperbaiki petunjuk teknisnya, sudah mengkomunikasi dengan teman-teman jajaran Kemenkes di lapangan agar mulai besok hari Senin jam 9, vaksinasi untuk orang-orang dengan usia di atas 60 tahun bisa kita mulai dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan,” kata Budi dalam konferensi pers daring, Minggu (7/2).

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini diambil usai terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin CoronoVac buatan Sinovac kepada oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Jumat (5/2).

Penerbitan UEA ini memperhatikan sisi keamanan dan efektivitas vaksin terhadap kelompok lansia melalui hasil uji klinis fase I, II dan III yang dilakukan di China dan Brazil. Maka dari itu, BPOM mengizinkan pemakaian vaksin CoronaVac kepada lansia dengan dua dosis dalam kurun waktu 28 hari.

Menkes menuturkan, jumlah lansia di Tanah Air yang terpapar virus corona hanya 10 persen. Namun, total lansia yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 50 persen. Untuk itu, penting bagi para lansia untuk menerima vaksin. Mengingat ada sekitar 11 ribu nakes yang sudah berusia di atas 60 tahun.

“Jadi mereka adalah orang-orang yang terekspos terhadap vaksin yang banyak, sering dan juga mereka orang-orang yang berisiko fatalnya tinggi,” imbuhnya.

Budi optimistis, dengan pernebitan izin darurat ini dapat memperkecil kerentanan lansia terhadap penularan virus corona, sehingga mengurangi beban penanganan pasien di rumah sakit.

“Sehingga beban yang ditanggung oleh tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit bisa berkurang karena sebagian besar lansia bisa kita cegah, kalau bisa tidak usah masuk sampai rumah sakit,” pungkasnya. (EA)