Jelang 1 Tahun Pandemi Covid-19, Gubsu Edy: Semua Pihak Jangan Bosan dan Tetap Disiplin Prokes

  • Whatsapp
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di rapat koordinasi secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan lima provinsi lain (Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, Sumbar dan Papua), Jumat (8/1). (Indiespot.id/Humas Sumut)

Indiespot.id-Medan. Hampir satu tahun sudah Indonesia hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19, namun belum menunjukkan akan berakhir. Bahkan, di awal 2021, angka kasus harian menyetuh 10 ribu kasus yang menunjukkan kendurnya kedisiplinan dan kontrol pada penyebaran virus ini.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, menurunnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dikarenakan kebosanan menghadapi pandemi virus corona

Bacaan Lainnya

“Satu tahun bukan waktu yang sebentar memang, jadi mungkin timbul kebosanan dan lelah, padahal sikap tersebut berimbas kepada meningkatnya penyebaran Covid-19. Kita harapkan masyarakat dan pemerintah jangan kendur, tidak bosan karena masalah ini sangat serius dan wabah ini masih belum selesai,” kata Edy usai rapat koordinasi secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan lima provinsi lain, Jumat (8/1).

Edy menuturkan, Sumut mengalami tren penurunan yang cukup signifikan dalam penyebaran Covid-19. Hingga Kamis (7/1), jumlah kasus aktif di Sumut tersisa 11%, di mana masih3 poin lebih rendah dari rata-rata nasional.

Sementara itu, angka kesembuhan Sumut mencapai 85,4 % (nasional 82%) dan tingkat kematian 3,7 % (nasional 3 persen). Namun, menurut Edy Rahmayadi, masyarakat dan pemerintah tidak boleh mengurangi tingkat kontrol dan kedisiplinan melawan Covid-19.

“Dalam beberapa bulan terakhir kita memang mengalami penurunan, tetapi bukan berarti kita bisa lebih santai menghadapi ini. Intensitas kita melawan Covid-19 malah harus ditingkatkan karena bila lengah penyebarannya makin tinggi dan semakin sulit mengatasinya,” tambahnya.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau kepada pemerintah daerah untuk melakukan pembatasan kegiatan yang dilakukan masyarakat. Karena menurutnya, di akhir tahun kerumunan massa banyak terjadi dan imbasnya kasus Covid-19 meningkat.

“Berdasarkan tingkat kepatuhan di bulan November terjadi penurunan, di situ ada demo Omnibuslaw, banyak kegiatan masyarakat seperti acara pernikahan, libur akhir tahun dan sebagainya. Hasil yang kita dapat, kasus meningkat di bulan Desember dan awal tahun. Kita minta pemerintah dan masyarakat memperhatikan ini, tetap kontrol,” kata Luhut.

Luhut juga mengingatkan kepada Gubernur Sumut agar lebih mewaspadai peningkatan kasus Covid-19 di pertengahan Januari 2021. “Harus tetap waspada, karena kalau dari perhitungan kita kasus kemungkinan meningkat tanggal 15, 16 dan 17, ini dari liburan Natal dan Tahun Baru, jadi harus hati-hati,” tegas Luhut.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menambahkan akan mengeluarkan protokol pengobatan yang baru untuk mempermudah penanganan pasien Covid-19. Menurutnya, protokol pengobatan ini juga akan lebih mudah diterapkan petugas kesehatan di daerah-daerah.

“Untuk mempermudah penanganan Covid-19 mudah-mudahan minggu depan protokol pengobatan bisa kita keluarkan agar lebih mudah dilakukan petugas medis di daerah. Selain itu, kita juga akan memperhatikan distribusi obat-obatannya,” kata Dante. (EA)

Pos terkait