BPOM Setujui Favipiravir dan Remdesivir Sebagai Obat Covid-19

  • Whatsapp

Indiespot.id-Medan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan persetujuan terhadap dua obat, yakni Favipiravir dan Remdesivir untuk digunakan ke pasien yang positif terinfeksi virus corona.

“Favipiravir untuk pasien Covid-19 dengan derajat ringan hingga sedang dan Remdesivir untuk pasien Covid-19 dengan derajat berat yang dirawat di rumah sakit,” jelas Kepala BPOM Penny K Lukito dalam  rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (17/11).

Bacaan Lainnya

Kedua obat tersebut dipercaya dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian pada pasien Covid-19. Namun, BPOM hanya mengizinkan penggunaan obat tersebut dalam kondisi kegawatdaruratan kesehatan masyarakat atau emergency use authorization (EUA).

Penny pun mengatakan, pihaknya juga telah memberikan izin produksi kepada tujuh industri farmasi untuk memproduksi dua obat tersebut. Di mana ketersediaan obat Favipiravir dalam bentuk tablet, sedangkan Remdesivir dalam bentuk serbuk injeksi.
“Sudah diberikan kepada dua untuk Favipiravir dan lima industri farmasi untuk obat Remdesivir,” kata Penny.

Selain itu, BPOM juga telah menyetujui 14 komponen herbal sebagai imunomodulator atau pendamping pengobatan pasien Covid-19. Menurutnya, 14 obat herbal itu juga tengah menjalani uji di sejumlah rumah sakit.

Sebanyak 14 obat herbal itu ialah cordycep dan deteflu, ekstrak daun jambu biji, health tone oil, avimac, virgin coconut oil, ekstrak etanol ketopeng China, golerend atau penglar, minyak atsiri daun ecalyptus, awer-awer, innamed COV, jamu purwarupa, vipalboemin, bejo, serta health tone. (EA)