BKSDA Sumut Lepas Liarkan Satwa Dilindungi di TWA Danau Sicike-cike

  • Whatsapp
BKSDA Sumut melaksanakan lepas liaran satwa dilindungi di Taman Wisata Alam Danau Sicike-cike. (indiespot.id/istimewa)

Indiespot.id-Sumut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara (Sumut) melepas liarkan 18 satwa yang dilindungi di Taman Wisata Alam (TWA), Danau Sicike-cike, Kabupaten Dairi. Kamis (15/10).

Kepala Resort TWA Sibolangit, Samuel Siahaan mengatakan memilih lokasi tersebut dikarenakan merupakan lokasi yang dinilai aman dari aktivitas manusia.

Bacaan Lainnya

“Penetapan kawasan TWA Danau Sicike-cike menjadi lokasi pelepasliaran didasarkan pada pertimbangan kesesuaian lokasi habitat serta ketersediaan pakan satwa,” ujarnya.

BKSDA Sumut melaksanakan aktivitas pelepas liaran satwa dilindungi di Taman Wisata Alam Danau Sicike-cike. (indiespot.id/istimewa)

Adapun satwa yang dilepas di lokasi tersebut adalah 2 ekor Cica Daun Besar (Chloropsis sonnerati). 1 ekor Cica Daun Sayap Biru (Chloropsis cochinchinensis). 2 ekor Tangkar Uli Sumatera (Dendrocitta occipitalis). 4 ekor Takur Api (Psilopogon pyrolophus). 1 ekor Elang Alap (Accipiter trivirgatus). 1 ekor Kucing Hutan (Felis begalensis) dan 6 ekor Kukang (Nycticebus coucang).

Salah satu tim medis, Zakia Sheila mengatakan satwa yang dilepasliarkan dalam kondisi sehat dan layak untuk dilepas.

Lanjut Samuel, hewan-hewan tersebut sebagian merupakan hasil dari penyerahan masyarakat kepada BKSDA.

“Termasuk ke enam ekor Kukang yang dilepasliarkan merupakan hasil penyerahan masyarakat Ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Lembaga YPKSI setelah sebelumnya dirawat di Kandang Sosialisasi YPSI di Rumah Pil Pil Sibolangit,” ucapnya.

Sedangkan untuk jenis Cica Daun Besar, Cica Daun Sayap Biru, Tangkar Uli Sumatera, Takur Api merupakan satwa translokasi dari Balai Besar KSDA Jawa Timur yang sebelumnya dirawat dan direhabilitasi di PPS Sibolangit sejak tanggal 16 September 2020.

Satwa jenis elang alap serta kucing hutan merupakan penyerahan masyarakat ke Balai Besar KSDA Sumatera.

Diharapkan satwa tersebut dapat hidup bebas dan berkembang biak di habitat aslinya, serta terbebas dari perburuan liar. (E4)