Dua Tahanan di Polsek Sunggal Meninggal, Ini kata Kapolrestabes Medan

  • Whatsapp
ilustrasi
Ilustrasi

indiespot.id – Medan, Terkait dua tahanan di Polsek Sunggal, Kota Medan, berinsial JDK dan RE diduga tewas karena dianiaya polisi. Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko membantahnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengatakan ternyata dari pemeriksaan internal kami bahwa hal tersebut tidak pernah terjadi. Hasil dari pemeriksaan sementara. Termasuk keterangan rekan-rekan almarhum tersangka tersebut.

Bacaan Lainnya

Kasus ini berawal saat polisi menangkap 8 tersangka terkait kasus tindak pidana pencurian dan kekerasan, Selasa (8/9) di Kecamatan Medan Selayang. Dalam aksinya pelaku menyamar menjadi aparat polisi.

“Mereka ini memakai seragam dan identitas Polri dan BNN untuk beroperasi di jalanan. Untuk menangkap orang mengambil paksa kendaraan yang diduga memakai narkotika dan kemudian diminta uang di jalan,”ujar Riko.

Dari ke 8 pelaku 2 diantaranya meninggal, diduga dianiaya penyidik di Polsek Sunggal.

“Kemudian dari keluarganya menyatakan mau menerima bahwa tersangka meninggalnya sakit, dibuktikan dengan surat pernyataan bahwa mereka menolak untuk diautopsi,” ujar Riko.

Namun selanjutnya, tambah Riko, keluarga membuat laporan ke Polda Sumut, bahwa sudah terjadi penganiayaan yang dilakukan penyidik dari Polsek Sunggal.

“Kalau tidak terbukti kami secara internal kordinasi dan konsultasi bidang hukum Polda Sumut. Kalau perlu kita akan laporkan balik,’’ ujar Riko

Riko juga menegaskan bahwa kematian ke dua tahanan tersebut dikarenakan sakit, bukan penganiyaan.

“Dari yang saudara JDK ini dia sudah lima kali dirawat dan terakhir dirawat selama 5 hari sebelum meninggal. Almarhum RE dua kali ini dirawat di rumah sakit,” ujarnya

Bila akhirnya ke dua jasad di autopsi, Riko mempersilakan hal itu dilakukan.

“Autopsi ulang tidak jadi masalah. Bukan autopsi ulang, karena belum dilakukan autopsi, karena dari pihak keluarga keberatan di autopsi (saat itu),” ujarnya

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah keluarga melapor ke LBH Medan. Namun, dugaan penganiayaan itu dibantah Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi. Dalam keterangannya melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak, kematian JDK dan RE karena sakit.

Wakil l Direktur LBH Medan Irvan Saputra mengatakan, JDK dan RE sebelumnya ditangkap pada Selasa (8/9) terkait kasus tindak pidana pencurian dan kekerasan dengan modus polisi gadungan di Kecamatan Medan Selayang.

“Bersumber dari (informasi) keluarga para korban, Polsek Sunggal melakukan visum terhadap korban yaitu JDK dan RE. Namun hasil visum korban tidak diberikan kepada pihak keluarga, sehingga pihak keluarga curiga terhadap pihak Polsek Sunggal,” ujar Irvan.

Karena tindakan itu, LBH Medan meminta kepada Kapolda dan Komnas HAM mengusut tuntas kasus ini.

“Seraya itu juga meminta LPSK untuk memberikan perlindungan hukum terhadap 6 tersangka yang sedang ditahan,” tuturnya.

Irvan juga menerangkan saat ini LBH sudah membuat laporan atas dugaan penganiayaan terhadap kedua korban pada hari ini dengan nomor SPKT/1924/X/Sumut/2020

“LP terkait mati 2 tersangka dari 8 yang ditahan di Polsek Sunggal sudah diterima Polda Sumut. Itu terkait LP tindak pidananya,” ujar Irvan.

Terkait proses penyeldikan sendiri polisi telah memeriksa Dua orang personel dari Polsek Sunggal.

“Yang diperiksa penyidik dan Kanit Reskrim,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan.

Namun, Tatan tidak merinci kapan keduanya diperiksa dan bagaimana perkembangan penyelidikan kasus ini.[e3]