Ketika Tagar #TolakOmnibusLaw Viral Jadi Pembahasan di Medsos, Ini Penyebabnya!

  • Whatsapp
Tagar #TolakOmnibusLaw viral beredar di jagat media sosial. (indiespot.id/Twitter)

Indiespot.id-Medan, Hari ini media sosial (Medsos) tengah dibanjiri seruan tagar #TolakOmnibusLaw yang ramai jadi pembahasan publik.

Tagar tersebut ternyata bagian dari aksi sejumlah masyarakat menentang upaya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah atas pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang akan segera disahkan.

Bacaan Lainnya

Hingga detik ini, DPR dan Pemerintah masih melakukan pembahasan RUU tersebut, meski ditengah banyak gelombang penolakan yang dilakukan oleh masyarakat.

Politikus sekaligus anggota DPR HInca Pandjaitan turut mengambil sikap atas penolakannya terhadap Omnibus Law Cipta Kerja.

“RUU Cipta Kerja: Cacat substansi, nir urgensi. Mari semua, terus monitor,” kata Hinca lewat akun Twitternya, @hincapandjaitan.

Akun lainnya misalnya @mittatweets, mengungkapkan kepada masyarakat untuk bersatu menolak RUU yang akan segera disahkan ini. Menurutnya RUU Cipta Kerja hanya mementingkan kepentingan cukong alias pengusaha daripada rakyat.

“ALERTA! Aku minta perhatian teman-teman semua. Omnibus Law mendekati paripurna. Kalau disahkan, hak, tanah & lingkungan kita habis dijual. Kita GA BISA DIAM AJA. Taruhannya masa depan kita semua. Kumpulin tenaga, kumpulin kawan. LAWAN. #BatalkanOmnibusLaw,” cuit akun @mittatweets.

Meski gelombang penolakan terus dilakukan, yang terbaru RUU Cipta Kerja sendiri telah disetujui Badan Legislasi DPR dan pemerintah. Beleid Omnibus Law tersebut selanjutnya akan disahkan menjadi Undang-Undang (UU) dalam Rapat Paripurna DPR pada Kamis, 8 Oktober pekan depan. (E4)