Indiespot.id-Jakarta. Kepulan asap membentuk awan jamur raksasa muncul di langit setelah ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (04/08) pukul 18.07 waktu setempat.
Menurut Perdana Menteri Hassan Diab, ledakan tersebut diduga disinyalir oleh 2.750 ton amonium nitrat. Pupuk pertanian itu telah disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut.
Dikutip dari AP News, Menteri Dalam Negeri Mohammed Fahmi mengatakan lebih dari 2.700 ton amonium nitrat telah disimpan di sebuah gudang di dermaga sejak disita dari sebuah kapal kargo pada tahun 2014.
Hingga siang hari ini waktu Indonesia Barat, jumlah korban tewas akibat ledakan di Beirut, Lebanon tersebut mencapai 78 orang dan 4.000 orang mengalami luka-luka. Salah satu yang meninggal adalah sekretaris jenderal partai politik Kataeb, Nizar Najarian.

Jumlah korban tewas dan luka-luka yang terus bertambah membuat rumah sakit begitu kewalahan. Rumah Sakit St. George di Beirut Tengah yang dekat dengan lokasi kejadian harus terpaksa tutup akibat rusak parah dampak dari ledakan tersebut.
“Setiap lantai rumah sakit rusak. Aku tidak pernah melihat ini, bahkan selama perang. Ini bencana,” kata Kepala Hematologi dan Onkologi Anak RS St. George Dr. Peter Noun.
Ledakan itu juga menimbulkan kerusakan besar pada Istana Baabda, kediaman resmi presiden Lebanon. Istana kepresidenan Lebanon Grand Serail mengalami kerusakan. Bangunan itu berjarak sekitar 1 mil (1,6 kilometer) dari lokasi ledakan.
Dilansir CNN, ledakan di Beirut begitu kuat sehingga menghasilkan gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan 3,3 magnitudo. Data tersebut dikumpulkan oleh the United States Geological Survey. (EA)






