Pelatih asal Kroasia Bojan Hodak, menilai para pemain sepakbola di Indonesia memiliki kemampuan kuat dalam berlari.
“Mereka (para pemain Indonesia) kuat berlari, tapi kelelahan setelah 60 menit. Secara teknik dan taktik, Malaysia sedikit lebih baik, klub-klub top mereka bisa bermain di HNL 1 [divisi utama Kroasia]. Sementara klub-klub Indonesia berada di level HNL 2.” ujarnya, dikutip dari laman goal.com.
Pelatih yang saat ini menangani PSM Makassar tersebut, juga menilai secara teknik dan taktik para pemain Malaysia justru sedikit lebih baik dibandingkan Indonesia.
“Secara fisik, masih jauh dari kualitas liga-liga di Eropa,” ujar mantan pelatih Timnas U-19 Malaysia dan Johor Darul Takzim tersebut.
“Namun untuk para pemain lokal, tekniknya, seperti yang mereka tunjukkan, sedikit disfungsional. Itu masalah terbesar, sama seperti di seluruh Asia, buruk dalam mengembangkan pemain muda.” tambah mantan pelatih Kelantan FA tersebut.
Namun Hodak, sedikit terkesan dengan atmosfer sepakbola di Indonesia. Hodak mengatakan suporter tanah air benar-benar memiliki fanatisme tinggi.
“Orang-orang di sana cinta sepakbola, mereka sedikit gila, 8000 suporter datang menonton sesi latihan pertama saya (bersama PSM),” ujarnya.
“Mereka juga memakai atribut klub, menyalakan petasan dan menabuh drum saat menghadiri sesi latihan berikutnya.” ungkap Hodak. (E4)






