Industri hiburan tanah air kembali mengirimkan kabar duka. Aktor senior, Henky Solaiman menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (15/05). Aktor yang akrab disapa Om Henky ini tutup usia pada umur 78 tahun akibat kanker usus yang dideritanya.
Nama Henky Solaiman sudah tidak asing di dunia seni peran tanah air. Berbagai film dan sinetron pun telah ia bintangi sejak tahun 1970an. Dedikasinya yang tinggi pada industri film Indonesia berhasil membuatnya meraih penghargaan “Lifetime Achievement” dari Festival Film Bandung di tahun 2016.
Kesuksesannya tersebut tidak begitu saja ia raih. Ketekunan dan dedikasinya pada dunia seni peranlah yang menghantarkannya mencapai kesuksesan dalam karir. Berikut Indiespot rangkum dari berbagai sumber, 6 fakta menarik mengenai karir Henky Solaiman:
1. Menggeluti Seni Peran Sejak di Sekolah Dasar.
Henky Solaiman telah menggeluti dunia seni peran sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Pria kelahiran 30 Agustus 1941 ini aktif bermain peran di pementasan natal. Kecintaannya terhadap dunia seni peran pun menghantarkannya untuk mengeyam Pendidikan di Akadami Teater Nasional Indonesia, Yogyakarta.
2. “Wadjah Seorang Laki-Laki”, Film Pertamanya di Tahun 1971.
Henky berperan sebagai pemeran pendukung pada film pertamanya, yakni Wadjah Seorang Laki-Laki di tahun 1971. Semenjak film tersebut, nama Henky dikenal dan ia aktif memerankan film sejak tahun 1970an.
Henky beperan pada film “Cinta Pertama” di tahun 1973, “Kawin Lari” di tahun 1974, “Rembulan dan Matahari” di tahun 1979, “Pandawa Lima” di tahun 1983, “Kejarlah Daku Kau Kutangkap” di tahun 1985, “Lupus” di tahun 1987 dan masih banyak lagi.
3. Merambah ke Belakang Layar Sebagai Sutradara.
Tak puas bekerja di depan layar, Henky Solaiman juga merambah ke belakang layar. Ia memulai debutnya sebagai sutradara di tahun 1980an. Film “Romantika” yang ia sutradai di tahun 1985 sukses menarik perhatian masyarakat. Film ini diperankan oleh Mariam Bellina dan Paramitha Rusady.
4. Tetap Aktif Bermain Film di Tahun 2000-an.
Meskipun banyak nama baru hadir di industri hiburan, nama Henky Solaiman tetap eksis dan kerap bermain di film-film yang populer di tahun 2000-an walau hanya sebagai pemeran pendukung ataupun sekadar menjadi cameo.
Ia bermain di film “Radit dan Jani” (2008), “Get Married 2” (2009), “Soekarno, Indonesia Merdeka” (2013), “Malam Minggu Miko The Movie” (2014) dan masih banyak lagi. Film “Rafathar” (2017) merupakan film terakhir yang ia bintangi. Pada film tersebut, Om Henky berperan sebagai Prof. Bagyo
5. Wak Sain, Peran Terakhirnya di Industri Hiburan.
Walau sudah tidak di usia yang muda, Henky Solaiman tetap aktif di industri hiburan. Karya terakhirnya adalah perannya di sinetron Dunia Terbalik. Ia berperan sebagai Wak Sain pada sinetron tersebut. Ia memutuskan untuk pension dari perannya pada bulan Januari lalu lantara harus fokus menjalani pengobatan.
6. Terlibat di 117 Film Sepanjang Karirnya.
Kineforum, salah satu program dari Dewan Kesenian Jakarta melalui akun Instagram menyebutkan bahwa selama perjalan karirnya (1971-2018), Henky Solaiman tercatat sudah terlibat dalam 117 film baik sebagai aktor, sutradara, ataupun penata skrip. (EA)






