Dinas Sosial Medan Diserbu Ratusan Warga yang Mendafatar BST

  • Whatsapp
Dinas Sosial Medan
Warga berdesakan saat mendaftar BTS di Dinas Sosial Medan.

Dinas Sosial Kota Medan diserbu ratusan warga yang berdesakan saat mendaftarkan diri Bantuan Sosial Tunai (BST) Rabu (13/5). Mereka berebut mendatangi meja administrasi untuk menyerahkan identitas pribadi.

Warga mulai berdatangan sekira pukul 08.00 WIB. Mereka lalu menyerahkan data diri berupa fotocopy KTP dan Kartu Keluarga (KK) ke meja administrasi yang disediakan Pemkot Medan. Di saat menyerahkan data, ratusan warga tampak mengabaikan pysical distancing, mereka berdesakan dan belomba lomba agar data mereka cepat terima. Imbauan petugas Dinas Sosial dan pihak kepolisian pun mereka abaikan.

Bacaan Lainnya

Dayani, warga Kecamatan Medan Tembung mengaku rela berdesakan dengan harapan dirinya  bisa terdata menerima BTS  sebesar Rp600 ribu. Baginua uang itu sangat berarti untuk perekonomianya, apalagi selama pandemi COVID-19, penghasilan suamimya  yang bekerja sebagai porter pelabuhan tidak sanggup mencukupinya sehari hari

“Sekarang ekonomi saya sulit, saya hanya ibu rumah tangga,  karena itu walaupun jauh-jauh tetap saya tempuh ke sini,” ujarnya

Terpisah Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Medan, Endar Lubis mengatakan sudah dua hari ini kantornya dipadati warga yang  ingin  mendaftarkan menerima BTS. Kota Medan kata dia  mendapat kouta 63.155 Kepala Keluarga (KK) untuk programBTS.

“Sampai kemarin sudah 59 ribu KK lebih yang terdata, mungkin karena informasi itu masyarakat ramai-ramai datang,” ujarnya kepada wartawan.

Terkait massa yang berdesakan, Endar mengaku sudah mengimbau massa untuk mematuhi protokol kesehatan saat pendataan. Namun imbaun diabaikan warga. “Masyarakatnya tidak mau mengindahkan imbauan, padahal polisi berseragam lengkap sudah mengimbau,” jelasnya.

Endar juga menjelaskan berdasarkan surat Kementerian Sosial, penerima BST diambil Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tidak mendapat bantuan reguler. Sejauh ini kata dia sudah ada 28.252 yang namanya didata pemerintah pusat sementara sisanya Pemko Medan yang mendatanya (E3)

Pos terkait