Indiespot,id Medan – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Sumatera Utara, guna memastikan stabilitas harga beras menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
Rizal mengatakan, kegiatan inspeksi mendadak (sidak) tersebut dilakukan di beberapa lokasi seperti Pasar Palapa, Pasar Sukaramai, dan pabrik MinyaKita di Medan, pada Sabtu (8/11/2025).
“Kami dari Bulog Pusat melaksanakan inspeksi mendadak ke pasar Medan untuk memastikan kondisi harga dan pasokan pangan, khususnya beras, menjelang akhir tahun,” ujar Rizal.
Menurutnya, tinjauan ini penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga serta memastikan ketersediaan beras di pasaran tetap aman dan sesuai harga eceran tertinggi (HET).
“Langkah ini untuk memastikan harga tetap stabil di pasar menjelang Natal dan Tahun Baru,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rizal menjelaskan Bulog juga telah menggerakkan satuan tugas operasi pasar di setiap daerah sebagai langkah konkret dalam menekan potensi lonjakan harga dan menjaga agar masyarakat tetap bisa membeli beras dengan harga wajar.
Selain itu, ia juga mengimbau pelaku usaha dan distributor agar tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah terkait tata niaga beras dan distribusi pangan.
“Kami minta pengusaha mempedomani aturan yang berlaku agar tidak terjadi pelanggaran yang berujung pada pencabutan izin usaha. Saat ini kami masih pada tahap sosialisasi dan pemberitahuan,” jelasnya.
Sementara itu, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga beras di Medan masih stabil dan sesuai HET, terutama untuk jenis beras medium.
Bulog Sumatera Utara sendiri telah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 32.782 ton ke sejumlah mitra. Penjualan tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram, meski harga jual akhir bisa disesuaikan oleh masing-masing instansi.
Dengan langkah pengawasan dan distribusi yang intensif ini, Bulog optimistis pasokan beras di Sumatera Utara tetap aman hingga akhir tahun, sekaligus mendukung kestabilan pangan nasional di momen Natal dan Tahun Baru 2026. (Sgh)






