INDIESPOT,CO.ID MEDAN – Pekerjaan rumah besar masih diemban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menuntaskan kasus Tuberkulosis (TB). Data terbaru dari Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, di mana hingga 16 Mei 2025, tercatat sebanyak 18.411 kasus TB di seluruh wilayah Sumatera Utara. Jumlah ini setara dengan sekitar 25% dari estimasi total kasus TB yang diperkirakan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumut, Novita Rohdearni Saragih, mengungkapkan bahwa ribuan kasus tersebut terdeteksi melalui berbagai upaya aktif. “Kasus TB ditemukan di berbagai fasilitas kesehatan melalui penyuluhan dan skrining aktif yang menyasar sekolah, pesantren, lapas/rutan, serta melalui penguatan jejaring di internal maupun eksternal fasilitas kesehatan,” jelas Novi pada Jumat (16/5/2025).
Lebih lanjut, Novi menyoroti bahwa kelompok usia produktif menjadi yang paling rentan terhadap penyakit menular ini. “Kota Medan mencatat angka penularan yang cukup tinggi di kalangan usia produktif,” imbuhnya.
Penyebaran TB, menurut Novi, dipicu oleh kontak erat dengan pasien yang telah terinfeksi, terutama dalam lingkungan rumah tangga. “Individu yang tinggal serumah dengan pasien TB memiliki risiko tinggi untuk tertular. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini masih rendah, sehingga banyak kasus yang baru terdiagnosis dan diobati pada stadium lanjut,” bebernya.
Menyikapi kondisi ini, Dinkes Sumut terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Kami terus mendorong penerapan PHBS, termasuk penggunaan masker sebagai salah satu langkah pencegahan utama,” tegas Novi.
Terkait perkembangan penanggulangan TB di tingkat nasional, termasuk isu uji coba vaksin TBC yang digagas oleh Bill Gates, Novi menyatakan belum ada informasi resmi dari Kementerian Kesehatan. “Belum ada informasi dari Kementerian Kesehatan terkait hal tersebut,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis dan melibatkan berbagai pihak untuk menekan angka kasus TB yang terus meningkat ini. Peningkatan kesadaran masyarakat, deteksi dini, dan pengobatan yang tepat menjadi kunci utama dalam memberantas penyakit TB di Sumatera Utara.(Sgh)






