INDIESPOT.ID, Medan – Harian Bisnis Indonesia mengadakan Seminar Sumut Economic Outlook 2024 (SEO 2024) dengan tema “Menjaga Momentum Pertumbuhan Bisnis & Investasi” pada Selasa (16/1) di Ballroom Hotel JW Marriott, Medan. Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Wilayah Sumatera Bagian Utara, Irsad menerangkan bahwa digelarnya acara ini bertujuan untuk memetakan prospek perekonomian Sumatera Utara pada tahun 2024 ini.
“Acara ini kita adakan agar bagaimana dunia usaha bisa melihat prospek ekonomi Sumut di tahun 2024 ini seperti apa, terlebih dengan adanya Pemilu 2024 dan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Sumatera Utara,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut Irsad menjelaskan bahwa Sumatera Utara sejak dulu dikenal sebagai episentrum perekonomian nasional, terutama di bidang perkebunan.

“Misalnya produk CPO yang menjadi salah satu primadona di Sumatera Utara, lalu karet dan kopi, komoditas pertanian serta kelautan,” pungkasnya.
Irsad juga mengungkapkan besarnya peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian di Sumatera Utara. Setidaknya terdapat 1 juta lebih pelaku UMKM di Sumatera Utara yang juga perlu mendapatkan perhatian tahun ini.
Oleh karenanya Irsad berharap acara ini bisa memberikan manfaat bagi dunia usaha dan acara ini bisa memberikan rekomendasi atau usulan dalam membangun dunia usaha di level nasional bahkan internasional.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi yang turut hadir memberikan sambutan sebagai keynote speaker ikut menyoroti pentingnya keamanan sebagai sub sistem peningkatan ekonomi.
“Polda Sumut dalam hal ini ingin memastikan keamanan itu dikelola untuk menjadi bagian dari sub sistem kemajuan ekonomi. Kita memahami bahwa peradaban manusia tergantung pada kemajuan ekonomi,” tegasnya.
Beberapa poin penting yang ditekankan oleh Kapolda Sumut yakni terkait kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan yang hingga saat ini masih sangat rendah. Lalu persoalan premanisme, kemudian aksi vandalisme dan pengrusakan fasilitas umum yang masih kerap terjadi di Indonesia.

“Angkanya mencapai 72,6 persen atau sebanyak 5.667.419 kendaraan belum bayar pajak sampai dengan tahun 2023,” ungkapnya.
“Perilaku masyarakat untuk menjaga sarana dan prasarana kota juga harus kita benahi, premanisme, lalu aksi vandalisme seperti mencoret fasilitas umum, merusak dan sebagai kerap kami temukan di lapangan,” sambungnya.
Padahal, menurut Kapolda Sumut, perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur yang pendanaannya berasal dari uang rakyat melalui pajak adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan perekonomian, termasuk di Sumut.
Selain dihadiri Kapolda Sumut, acara ini juga turut dihadiri oleh Agus Tripriyono (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumut), IGP Wira Kusuma (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kanwil Sumut), Firsal Dida Mutyara (Ketua KADIN Sumut)
Kemudian M. Pintor Nasution (Kepala Bursa Efek Indonesia Wilayah Sumut), dan Faisal Arif Nasution (Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintahan Provinsi Sumatra Utara).
Seminar ini sendiri menyajikan dua sesi diskusi dengan tema pertama yaitu “Proyeksi Ekonomi dan Gerak Industri Keuangan di Sumut” dan materi kedua yaitu dengan tema “Peran Investasi Untuk Menaikkan Perekonomian Sumut”. (Dim)






