Si Dia yang Dekat Kini Menjauh? Ini 5 Cara untuk Menyikapinya

  • Whatsapp
Ilustrasi Sad Boy. (Dok. Pexels)

INDIESPOT.ID, Medan – Dalam hidup, orang-orang ada yang datang dan pergi. Ya, mereka adalah orang yang singgah tapi tak sungguh. Seseorang yang dulu pernah dekat, kini justru membentang jarak menjauh. Seseorang yang pernah mencipta hangat, sekarang bersikap dingin tanpa penjelasan. Seseoranh yang pernah

begitu takut kehilangan, namun kini justru seperti orang asing yang tak pernah mengenal sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Memang menyikapi sosok si dia yang dulu pernah begitu dekat tapi sekarang menjauh bukanlah perkara yang mudah. Namun, kita tetap dapat mengontrol diri untuk tetap menjadi orang baik dan berusaha menjaga hubungan agar tetap baik. Akan tetapi, sekali lagi, sikapnya yang telah berubah malah membuatnya serba sulit. Meskipun begitu, tetap ada kok cara untuk menyikapinya.

1. Terima perubahan apa adanya

Saat seseorang memilih pergi wajar jika ada sebagian dari hati yang merasa sedih dan pedih. Kamu boleh kok menangis. Namun, kamu nggak bisa memaksa si dia untuk tetap tinggal jika itu sudah menjadi keputusannya. Kami hanya perlu menerima keadaan saat ini, bahwa kamu dan dia nggak lagi sama. Terima bahwa semuanya telah berubah. Memang, akan ada rasa hampa di dada. Rasanya pasti nggak nyaman karena telah terbiasa dengan kehadirannya. Tapi sekali lagi, kamu harus tetap menerima. Nggak mudah memang, tapi kamu pasti bisa.

2. Jaga hubungan baik secukupnya

Meskipun dia sudah berubah, tapi kamu harus tetap menjadi orang yang baik. Jikapun nggak seperti dulu lagi, menyapa sesekali rasanya nggak masalah. Tapi ingat, secukupnya aja ya. Seperti dua insan yang pernah mengenal baik, lantas dipisahkan dengan baik-baik pula. Walau caranya meninggalkanmu jauh dari kesan itu.

3. Sikapi tanpa memendam kesal

Datang dan pergi. Begitulah ritme kehidupan seseorang yang pernah singgah tanpa niat untuk sungguh. Nggak perlu memendam kesal berlebihan, kamu sedih secukupnya saja. Kamu pun butuh kedamaian di hati. Nggak perlu buang-buang waktu untuk membenci. Cukup tarik nafas dan hembuskan jika memang terlalu berat. Ingat, ketenangan batinmu jauh lebih penting.

4. Hargai sikapnya yang berubah

Saat seseorang ingin pergi, kamu nggak bisa memaksakan dia untuk tetap tinggal, apalagi ketika ia sudah kehabisan alasan untuk demikian. Semakin dewasa kita, akan berbeda pula pandangan dan prioritas. Apa yang kamu bisa lakukan adalah hargai sikapnya. Hargai dirinya yang memilih menjauh. Sulit, tentu saja, tapi kamu harus tetap melakukannya sebagaimana kamu pun ingin dihargai.

5. Ikhlaskan walau itu sulit

Seseorang yang menemanimu kini pergi berlalu. Seseorang yang dulu pernah hangat berubah menjadi dingin bahkan seperti orang asing. Seseorang yang setiap kali mengirimimu ucapan selamat pagi, saat ini memilih berhenti. Seseorang yang pernah membawa harapan, justru dialah orang yang menjatuhkan. Terima sajalah. Ikhlaskan. Memang nggak mudah. Ini butuh waktu yang teramat panjang. Tapi, dengan belajar mengikhlaskan hatimu akan kembali merasa lapang. Emosi sedihmu perlahan akan luruh. Dan kamu siap menjadi pribadi yang baru. (Ika)

Sekarang, meskipun si dia memilih untuk menjauh, kamu jangan pernah lelah menjadi orang baik, ya. Semangat!

Pos terkait