INDIESPOT.ID, Medan – United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tengah menjadi perbincangan di Twitter lantaran Malaysia berencana mengajukan kesenian Reog sebagai kebudayaan negaranya.
“Untuk Reog, Negara Malaysia rencananya mau ajukan juga, maka dari itu kita harus lebih dulu. Karena ini kan sudah menjadi budaya dan warisan kita,” ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy
dalam keterangan resmi yang diterbitkan Kemenko PMK, dikutip Selasa (5/4/2022).
Kabar itu membuat warganet geram dan menjadikan kata kunci UNESCO trending topik di Indonesia. Berdasarkan pantauan redaksi Indiespot, pada Selasa (5/4), kata kunci UNESCO telah diramaikan lebih dari 11ribu cuitan.
Beragam cuitan berseliweran di lini masa Twitter. Netizen menilai bahwa mengklaim budaya negara lain sudah menjadi kebiasaan negara tetangga itu.
“Kebiasaan mengklaim budaya negara lain masih belum hilang juga dari Malaysia,” cuit @vita_AVP.
“TABIAT MALAYSIA. | Dulu mengakui Wayang dan Batik akan diajukan ke Unesco, pun kali ini Reog mau diakui juga. Teman dekat bukan berati tak akan mencuri,” ujar @ShenoWirang.
“Nah lo terjadi lagi,” kata @hedwigus.
“Gak kreatip, bisanya mengakui saja,” sahut @Listy9021.
Adapula netizen yang mempertanyakan kinerja pemerintah terkait pendaftaraan kebudayaan ke UNESCO.
“Malaysia mau daftarin Reog ke UNESCO sebagai warisan budaya mereka. Pemerintah Indonesia buru-buru daftarin. Lah kemarin² ngapain aja, apa gak pernah didaftarin sebelum diklaim tetangga. Giliran negara jiran ngeklaim aja baru cepet-cepet bertindak. Kebiasaan,” kata @brofi05.
“Sudah sering malaysia ajukan budaya kesenian hingga makanan. Lebih baik pemerintah gerak cepat untuk ajukan ke UNESCO. Jangan negara lain mengajukan
Kita baru sadar. Jangan seperti pemadam kebakaran. Sudah terjadi kebakaran, Baru kita padamkan,” sahut @yunusbara71.
Diketahui, Reog Ponorogo merupakan seni pertunjukan tradisional rakyat Ponorogo yang di dalamnya terdapat unsur-unsur penari warok, jatil, bujangganong, kelanasewandana dan barongan. Tarian tersebut pun diiringi dengan seperangkat instrumen pengiring Reog khas ponoragan yang terdiri dari kendangi, kempul (gong), kethuk-kenong, slompret, tipung dan angklung. (Ika)






