INDIESPOT.ID, Medan – Warna dengan nuansa merah selalu lekat dengan hari Imlek atau Tahun Baru Cina. Nggak cuma itu sih, Imlek juga identik dengan angpao alias amplop berisikan uang yang dibagi-bagikan oleh mereka yang merayakannya, untuk berbagi rezeki dan mendapatkan berkah. Pasti kamu udah nggak asing kan dengar istilah angpao kan? Tapi, penasaran nggak, sih, dengan sejarah dan fakta unik lainnya tentang angpao? Kalau begitu, yuk simak deretan fakta angpao Imlek berikut ini.
Arti angpao
Kalau secara bahasa, angpao terdiri dari dua kata, yakni hong berarti merah, dan bao yang memiliki arti membungkus. Menurut kamus bahasa Mandarin, angpao memiliki arti “uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah; bonus bayaran; uang bonus yang diberikan kepada pembeli oleh penjual karena telah membeli produknya; sogokan.”
Sejarah angpao
Jika dirunut lagi ke belakang, angpao Imlek memiliki beberapa kisah sejarah terkenal yang diceritakan turun-temurun lho. Asal usul angpao Imlek bermula dari sebuah desa di dataran Tiongkok yang diserang oleh iblis. Saat itu nggak ada seorang pun yang dapat melawan iblis tersebut kecuali seorang pemuda yatim piatu. Berkat pedang yang diwarisi leluhurnya, ia berhasil mengalahkan iblis itu dan menyelamatkan desa.
Nah, sebagai ungkapan terima kasih, warga desa memberikan pemuda tersebut uang yang dibungkus amplop berwarna merah. Warga desa yakin amplop merah membawa keberuntungan bagi desa mereka dan mengusir roh jahat.
Sementara sejarah lain mengatakan, angpao bermula dari kebiasaan orang-orang tua di masa Dinasti Qin yang memasang benang merah pada koin. Mereka yakin, dengan melakukan hal itu, mereka nggak akan bertambah tua dan berumur panjang. Seiring berjalannya waktu, benang merah digantikan oleh kertas merah, dan kini menjadi amplop merah.
Uang yang digunakan dalam angpao
Pernah nggak kamu dapat angpao? Kalau pernah pasti kamu tahu dong, kalau uang dalam angpao bukanlah uang sembarangan. Maksudnya, uang tersebut tidak lusuh dan gadel. Karena memberikan angpao, wajib hukumnya menggunakan uang yang bersih dan rapi. Memberikan angpao sama artinya dengan memberikan berkah atau doa bagi orang lain. Maka dari itu, uang diberikan harus yang rapi dan layak. Itulah kenapa saat kamu akan memberikan angpao kepada kerabatmu, jangan asal menggunakan uang, ya. Salah-salah, angpaomu akan ditolak oleh mereka.
Jumlah isi angpao nggak boleh 4
Etnis Tionghoa percaya bahwa 4 adalah angka sial atau angka mati. Maka dari itu, jumlah uang dalam angpao tidak boleh berjumlah 4. Misalnya, Rp4 ribu, Rp40 ribu, atau Rp400 ribu. Bukannya mendatangkan berkah, angpao dengan jumlah uang 4 dipercaya mendatangkan nasib buruk. Akan lebih baik jika uang angpao mengandung angka 8. Sebab, 8 dipercaya sebagai angka keberuntungan.
Penerima angpao
Biasanya, penerima angpao adalah anak-anak kecil yang masih sekolah. Tapi ternyata, dalam tradisi Tiongkok, orang dewasa yang sudah bekerja namun belum menikah pun masih boleh menerima angpao dari kerabat mereka lho. Karena menerima angpao sama halnya dengan menerima berkat dan doa baik dari yang memberikan. Maka dari itu, dengan menerima angpao banyak yang berharap agar didoakan segera mendapat jodoh.
Dibagikan bukan hanya saat imlek
Sebenarnya tradisi bagi-bagi angpao bukan hanya dilakukan saat Imlek aja lho, melainkan juga saat ada perayaan. Misalnya, di pesta pernikahan, ulang tahun, memasuki rumah baru hingga beramal, juga menggunakan istilah angpao. Namun, di Indonesia, angpao lekat dengan hari raya Imlek. Padahal memberikan angpao bisa kapan saja tanpa harus menunggu Imlek.
Itulah sederet fakta angpao Imlek yang perlu kita ketahui. Semoga menambah wawasan kita, ya. (Ika)






