Waspada! Ini Tanda-tanda Bahwa Kamu Terlalu Toxic Pada Diri Sendiri

  • Whatsapp
Stop aku gak mau bicarakan itu lagi oke (Dok. freepik)

INDIESPOT.ID, Medan – Toxic. Kata ini pasti udah nggak asing bagi kita. Biasanya istilah ini sering ditujukan pada seseorang yang ‘beracun’ atau membawa dampak buruk bagi orang lain. Dampak buruk itu timbul dari perilaku negatif seseorang yang akhirnya memperngaruhi lingkungan sekitarnya. Sayangnya, toxic itu nggak melulu bersumber dari manusia lain lho. Karena bisa jadi toxic itu bersumber dari kita sendiri.

Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa tindakan yang kita lakukan itu meracuni diri sendiri? Nah, berikut tanda-tanda toxic yang dapat meracuni diri kita sendiri.

Bacaan Lainnya

1. Meragukan diri sendiri

Harus bisa tapi ngeluh terus hem….(Dok. pexels)

Meragukan kemampuan diri sendiri sehingga selalu pesimis untuk berekspresi juga salah satu toxic lho. Karena disini kita menganggap bahwa diri kita tak memiliki kapasitas yang cukup untuk berusaha meraih apa yang kita impikan. Hal ini tentunya akan membawa kerugian bagi diri kita sendiri, karena kita menjadi takut untuk melangkah lebih maju. So, yuk lebih optimis dan lebih leluasa mengeksplor skill, agar tak hanya terkungkung dalam pekatnya toxic yang kita buat.

2. Memforsir tubuh untuk melakukan kerja berat

Kok jadi pusing iya… (Dok. freepik)

Ini sering terjadi sih, tapi kita seakan menggap hal ini biasa saja. Padahal, membiarkan tubuh bekerja secara menerus yang tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup sangat berbahaya. Gimanapun fisik kita butuh asupan istirahat lho. Jika kita terus-menerus mempekerjakan tubuh kita terlalu keras itu sama saja kita telah menyakiti diri kita sendiri. So, bekerjalah secukupnya, karena istirahat juga menjadi satu kebutuhan utama. Ingat! Kita itu manusia, bukan robot.

3. People Pleaser

Yauda iya deh….. (Dok. freepik)

Sebenarnya aku nggak mau ikutan, tapi aku ngerasa nggak enak buat menolak. Sebagian dari kita pasti pernah berada dalam posisi seperti ini. Inilah salah satu contoh dari sifat people pleaser.

Seorang people pleaser hanya peduli pada perasaan orang lain, dan justru mengorbankan dirinya sendiri hanya karena sifat ‘nggak enakan’. Please, kalau sifat ini sering dilakukan tolong hentikan. Jangan selalu memaksa diri sendiri agar tetap menerima walau sebenarnya ada penolakan dari batin. Nggak salah kok sesekali kita bilang ‘TIDAK’ untuk menolak ajakan seseorang . Namun, penolakan itu juga harus dilakukan dengan cara yang baik agar orang lain tidak terlukai hatinya. Gimana nih, apakah kamu siap untuk bilang TIDAK?

4. Negative Self-Talk

Gak jelas deh marah marah sama handphone (Dok.pexels)

Pada hakikatnya, self talk atau berkomunikasi dengan diri sendiri itu suatu interaksi yang lebih banyak kita lakukan daripada berkomunikasi dengan orang lain. Self talk sangat menentukan bagaimana karakter dan mindset kita dapat terbentuk.

Dari self talk ini ada aspek berbahayanya juga lho. Karena terkadang kita melakukan inner critic atau mengkritik diri sendiri. Apalagi, kalau sampai kita melakukan kritik secara terus-menerus kepada diri sendiri tanpa melihat potensi yang patut diapresiasi. Niat yang awalnya ingin melakukan kritik diri agar menjadi lebih baik, justru malah membuat diri semakin terpuruk.

So, jangan sering melakukan self talk ya. Jangan terlalu menyalahkan diri kita, tapi cobalah lebih menghargai dan mengapresiasi diri atas usaha yang telah dilakukan.

5. Kadar insecurity yang terlalu tinggi

Kok jadi gini aku… (Dok. freepik)

Saat rasa insecure semakin menggerogoti, maka diri semakin pesimis dan cenderung menjadi rendah diri. Di saat itulah kita semakin malas melakukan suatu hal karena kita menganggap bahwa hasil dari sesuatu yang kita lakukan itu jauh dari kata sempurna. Kok gitu? Ya, tentu karena kita menjadikan pencapaian orang lain menjadi tolok ukurnya. Padahal setiap orang punya pencapaian masing-masing lho. (Ika)

Pos terkait