Banjir Blora Telah Surut

  • Whatsapp
Banjir merendam empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Jakarta – Pada waktu yang sama , yaitu pukul 15.45 WIB, wilayah dua kecamatan di Kabupaten Blora terdampak banjir. BPBD Kabupaten Blora menginformasikan dua kecamatan terdampak di Kecamatan Cepu dan Kradenan. Banjir diakibatkan guyuran hujan lebat sehingga debit air Sungai Putat dan Gareng meluap pada Sabtu (27/11).

Berikut ini wilayah desa di dua kecamatan yang terdampak banjir, yait Desa Balun, Cepu, Ngelo dan Karangboyo di Kecamatan Cepu, sedangkan Desa Sumber di Kecamatan Kradenan.

Bacaan Lainnya

BPBD Kabupaten Blora melaporkan bahwa banjir telah surut dan melakukan pendataan serta pembersihan material pascabanjir yang menggenangi rumah warga bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, organisasi masyarakat serta perangkat kelurahan setempat.

Banjir merendam empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan (Istimewa)

Banjir dengan tinggi muka air 20 sampai 40 sentimeter tersebut merendam 346 unit rumah dan satu unit fasilitas pendidikan. Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Kota/Kabupaten Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tanah Bumbu dan Kotabaru, Balangan, Tabalong, Tanah Bumbu dan Kotabaru pada 28 sampai 29 November 2021. Untuk Provinsi Jawa Tengah didominasi cuaca berawan, berawan tebal dan hujan ringan pada 28 sampai 30 November 2021.

Kajian inaRISK menunjukkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Blora memiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 11 kecamatan di Hulu Sungai Tengah dan 16 kecamatan di Blora.

BNPB terus mengimbau masyarakat dan perangkat daerah untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Langkah-langkah kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan melakukan pembersihan dan pemeriksaan saluran maupun daerah resapan air secara berkala, penanaman pohon serta pembersihan area sungai. (Dim/Rel)