Indiespot.id-Sumut, Setelah sang putra Presiden Republik Indonesia Jokowi, Kaesang Pangerep mengakuisisi kepemilikan klub Persis Solo, bersama Erick Thohir, kini publik figur lainnya mencoba mengikuti jejak yang sama. Mereka adalah Raffi Ahmad dan Rudy Salim menjadi pemilik Cilegon United yang berkompetisi di Liga 2.
Raffi Ahmad beserta rekan bisnisnya, Rudy Salim, akan membangun lapangan sepakbola di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Stadion itu akan menjadi kandang Cilegon United. Cilegon United pun kini berubah nama menjad RANS Cilegon FC.
“Kita akan membuat lapangan sepakbola 2,7 hektar di kawawan PIK ini akan menjadi tempat latihan kita. Lapangan ini standar FIFA. Jadi akuisisi ini bukan dapat klub bola saja, akan dikelola secara profesional,” kata Rudy Salim, Chairman RANS Cilegon FC.
RANS merupakan singkatan dari Raffi Ahmad Nagita Slavina, yang mempunyai puluhan juta followers maupun subscribers di berbagai platform. Lantas, akan dibantu siapa saja Raffi Ahmad dalam mengelola roda perputaran klub?
Rudy Salim yang merupakan pengusaha mobil-mobil mewah, akan bersanding dengan Raffi Ahmad duduk sebagai Chairman. Kemudian, Roofie Ardian bertugas sebagai presiden klub.
Selanjutnya, Yudhi Afriyanto yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Cilegon United, mendapat amanah baru yakni bertugas sebagai dewan pengawas klub.
Bagaimana untuk pelatih dan manajer tim? Mantan pelatih PSIS Semarang dan Timnas Indonesia U-23, Bambang Nurdiansyah, ditunjuk sebagai juru taktik RANS Cilegon FC.
Untuk posisi manajer ditempati Hamka Hamzah, mantan bek andalan Timnas Indonesia. Tanda-tanda Hamka Hamzah bergabung dengan RANS Cilegon FC sebenarnya sudah kencang beredar dalam beberapa hari terakhir.
Dalam sebuah pernyataan, Raffi Ahmad mengaku akan menunjuk Hamka Hamzah sebagai pelatih sekolah sepakbola yang akan dibangunnya. Setelah ucapan Raffi Ahmad tersebut, Hamka Hamzah mengumumkan tidak memperpanjang kontrak bersama sang klub, Persita Tangerang.
Wajah baru kepemilikan klub-klub di Indonesia akan semakin menambah gairah baru kompetisi nasional. Kualitas pemain hingga fasilitas klub akan menjadi poin penting, menuju kualitas liga dan pemain yang handal kedepannya. (E4)






