KAI Patok Tarif Pemeriksaan Melalui GeNose sebesar Rp 20 Ribu

  • Whatsapp
KAI Patok Tarif Pemeriksaan Melalui GeNose sebesar Rp 20 Ribu
Pemakaian GeNose, alat deteksi virus corona lewat hembusan napas di stasiun (Indiespot.id/Kemenhub RI)

Indiespot.id-Jakarta. Alat pendeteksi virus Corona lewat hembusan nafas, GeNose, siap dioperasikan di stasiun Kereta Api (KA) mulai 5 Februari mendatang. Di masa uji coba atau pre-launching, pemeriksaan melalui GeNose akan ditarifkan Rp 20 ribu/orang.

“Tarif yang dikenakan pada saat uji coba atau pre-launching ini adalah Rp 20.000,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/2).

Bacaan Lainnya

GeNose akan menjadi syarat perjalanan penumpang KA jarak jauh. Di tahap awal, alat yang dikembangkan Universitas Gajah Mada ini tersedia di dua stasiun, yakni di Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan Stasiun Tugu, Yogyakarta.

Layanan pemeriksaan GeNose di stasiun merupakan sinergi antar BUMN KAI dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) melalui anak usahanya yaitu Rajawali Nusindo. Kolaborasi dan sinergi BUMN tersebut meneruskan kerja sama yang telah terjalin selama ini dalam hal pelayanan rapid test antibodi dan rapid test antigen di stasiun.

KAI Patok Tarif Pemeriksaan Melalui GeNose sebesar Rp 20 Ribu
GeNose alat pendeteksi Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada (Indiespot.id/Kemenhub RI)

“Dengan adanya layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun akan semakin memperkuat deteksi dini penularan COVID-19 sehingga lebih mempercepat pencegahan penularan COVID-19 dan menjadikan moda transportasi Kereta Api yang makin nyaman aman dan sehat,” ucap Joni.

Sebelumnya, pemasangan pertama GeNose telah dilakukan di Stasiun Pasar Senen pada Sabtu (23/1). Dalam pemasangan perdana itu, tampak hadir Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.