Pemerintah Telah Siapkan 3 Langkah Antisipasi Penularan Covid-19 di Tahun 2021

  • Whatsapp
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Indiespot.id/Sekretariat Presiden)

Indiespot.id-Jakarta. Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi penularan Covid-19 di tahun 2021. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut, langkah pertama ialah memperketat disiplin protokol kesehatan semakin diperketat.

“Untuk memastikan masyarakat sepenuhnya patuh. Penegakan disiplin ini akan terus dilakukan hingga nanti seluruh masyarakat mendapatkan vaksin dan tercapainya herd immunity (kekebalan kelompok),” kata Prof Wiku dalam agenda keterangan pers di Gedung BNPB, Kamis (31/12/2020) yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Bacaan Lainnya

Kedua, upaya 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) terus diperkuat.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dan kontak erat yang positif dapat dideteksi lebih cepat, dan juga memperoleh penanganan kesehatan sesuai standar. Sehingga menekan angka kasus aktif dan mengurangi angka kematian serta meningkatkan angka kesembuhan.

Langkah ketiga, jika kasus positif masih tinggi, maka harus dilakukan pembatasan mobilitas masyarakat.

“Penting diketahui, mobilitas masyarakat yang tidak terkendali selama pandemi, ini sangat berpotensi meningkatkan angka penularan,” jelasnya.

Oleh karena itu, dengan pembatasan mobilitas ini diharapkan dapat menekan penularan yang terjadi. Pembatasan ataupun pelonggaran aktivitas sosial ekonomi masyarakat dan di suatu daerah merupakan aspek yang harus dilakukan sejalan dengan naik turunnya kasus Covid-19.

Dan ia berharap pada tahun 2021 masyarakat tetap mengedepankan semangat dan optimisme, karena dapat menjadi titik balik penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi. Apabila seluruh kebijakan dalam rangka upaya penanganan pandemi Covid-19 dipatuhi masyarakat.

“Terakhir, selamat tahun baru 2021, semoga Indonesia di tahun 2021 lebih produktif dan aman Covid-19,” Wiku menutup agenda keterangan pers. (EA)