Palsukan Uang Pecahan Rp50 Ribu, Dua Pria Ini Dimasukan ke ‘Kerangkeng’ 

  • Whatsapp

Indiespot.id-Sumut, Dua tersangka pembuat dan sekaligus pengedar uang palsu Rp 50 ribu diamankan Polsek Padang Tulang.

Paur Subbag Humas Polres Langkat, Aiptu Yasir Rahman mengatakan kedua tersangkanya yakni MHG alias Hapit (32) warga Dusun Suka Ramai Desa Telaga Said Kecamatan Sei lepan Kabupaten Langkat dan JI (33) penduduk Dusun III Jalan Sunda Bakaran Batu Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.

Bacaan Lainnya

Petugas juga menyita barang bukti 70 lembar uang palsu tukaran Rp50.000, pisau carter, rolplastik, gunting, 100 lembar kertas HVS F4 dan sepeda motor Honda Supra fit hitam tanpa plat.

Tersangka MHG diamankan saat berada di Mapolsek Padang Tualang Desa Tanjung Putus Kecamatan Padang Tualang, Senin (16/11) pukul 18.30 WIB dan JI ditangkap di Paya Roba Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai, Selasa (17/11) pukul 02.30 WIB.

Dia menjelaskan, Senin (16/11) sekitar pukul 03.30 WIB, petugas menerima imformasi dari masyarakat bahwa ada pria yg tidak dikenal dicurigai telah melakukan pencurian mengambil barang-barang aksesoris hand phone dalam konter di Dusun Karang Sari Desa Tanjung Putus Kabupaten Langkat.

Ketika dilakukan penggeledahan di Polsek Padang Tualang, petugas menemukan 7 lembar uang kertas pecahan Rp50.000 dari dalam dompet tersangka MHG, yang di duga palsu.

Dia mengakui bahwa dirinya bersama rekannya bernama JI sengaja memalsukan mata uang kertas di Kelurahan Paya Roba Kecamatan Binjai Barat Kodya Binjai.

Bahkan, sambung Yasir, tersangka juga mengaku bahwa sebahagian lagi uang palsu di simpan di jok sepeda motor yg di tumpanginya. Setelah di lakukan pengeledahan, petugas menyita 63 lembar uang palsu pecahan Rp50.000, dari dalam kendaraan roda tersebut.

Menindaklanjuti kasus tersebut, petugas menangkap JI di Paya Roba Kecamatan Binjai Barat, Selasa (17/11). Dari tersangka disita barang bukti lainnya yakni gunting dan pisau karter serta lebih kurang 100 lembar kertas HVS F4 dan rol plastik.

Berdasarkan pengakuan JI, dia mengunakan alat printer untuk mengcopy uang palsu sedangkan peran MHG mengunting /memotong dan mengedarkan uang palsu tersebut dengan tujuan mencari keuntungan, pungkas Yasir. (E3)