Gubsu Edy Rahmayadi Proyeksikan Penataan Kawasan Belawan Hingga Jadi Wisata Bahari

  • Whatsapp
Gubsu Edy Rahmayadi dalam agenda rapat memproyeksikan penataan kawasan Belawan dan sekitarnya. (indiespot.id/Humas Sumut)

Indiespot.id-Medan, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memproyeksikan penataan kawasan Belawan dan sekitarnya, sehingga kedepan akan lebih rapi dan layak huni bagi masyarakat.

Orang nomor satu di Sumut itu juga berencana menjadikan kawasan utara Kota Medan itu dapat menjadi salah satu tempat wisata bahari di Sumut. Hal itu disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi, saat dirinya memimpin rapat tentang penataan kawasan pemukiman di kawasan utara Kota Medan yang berbasis wisata bahari, Jumat (23/10).

Bacaan Lainnya

“Medan Utara, salah satunya Belawan tidak teratur, diabaikan. Ada yang mengalihfungsikan hutan mangrove menjadi kebun sawit, jadi segala macam, ini yang harus kita tertibkan. Kemudian kita tata itu menjadi tempat wisata, karena kalau jadi daerah wisata akan menghasilkan pendapatan masyarakat, khususnya Kota Medan,” ujar Gubernur,

Gubsu menambahkan, tahap pertama yang perlu dibuat, ialah masterplan atau rencana induk, mengenai penataan kawasan tersebut. Setelah masterplan selesai, Gubernur menargetkan Januari 2021 rencana tersebut harus sudah berjalan. “Saya kepingin ini benar-benar terwujud,” sambungnya.

Mantan Pangkostrad itu juga mencontohkan seperti yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Bahkan perkampungan nelayannya sangat bagus dan sangat layak huni. Gubsu juga mengajak setiap pihak mulai dari Pemprov Sumut, BUMN, hingga masyarakat untuk membentuk kelompok kerja guna menyiapkan perencanaan penataan kawasan Medan Utara itu.

Terpisah, Tokoh masyarakat Belawan Irfan Hamidi mengapresiasi niat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang akan menata kawasan Medan Utara, khususnya Belawan. Irfan mengharapkan penataan kawasan tersebut dapat berkesinambungan.

Irfan juga mengusulkan sebelum melakukan penataan agar lebih dulu dilakukan mengatasi masalah ekosistem seperti alih fungsi hutan bakau. “Kami meminta agar hutan bakau yang sudah beralih fungsi itu dikembalikan lagi supaya air rob ini berkurang di Belawan,” kata Irfan. (E4)