Kemenkes Jalin Kerjasama Vaksin Covid-19 Berbasis RNA Sintetis Dengan Imperial College London

  • Whatsapp
Kemenkes RI Jalin Kerjasama pengembangan vaksin COVID-19 dengan Imperial College London di London, Inggris. (indiespot.id/istimewa)

Indiespot.id-Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjalin kerja sama pengembangan dan pengadaan vaksin COVID-19 berbasis RNA sintetis dengan Imperial College London (ICL) dan VacEquity Global Health Ltd (VGH) di London, Inggris, Kamis (14/10).

Penandatanganan kesepakatan Letter of Intent (LoI) tersebut dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Oscar Primadi dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Slamet bersama  Imperial College London (ICL) yang diwakili oleh Professor Ian Walmsley dan VacEquity Global Health Ltd (VGH) yang diwakili oleh Dr Simon Hepworth. Kesepakatan itu disaksikan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri BUMN Erick Tohir.

Bacaan Lainnya

“Dengan ditandatanganinya LoI tersebut, semakin meningkatkan peluang Indonesia mendapatkan akses terhadap kandidat vaksin COVID-19 yang sebelumnya sudah diperoleh dari Sinovac (Tiongkok), Sinopharm (Tiongkok), dan AstraZeneca (Inggris),” tulis dalam keterangan resmi Kemenkes RI yang diterima Indiespot.id.

Dalam keterangan resmi tersebut juga disebutkan, jika vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh ICL dan VGH ini telah berbasis strand kode genetik RNA sintesis dengan menggunakan teknologiself-amplifying RNA (saRNA).

“Penggunaan bahan RNA sintetis dinilai lebih efektif mengingat 1 liter bahan RNA sintesis dapat digunakan untuk menghasilkan 5 juta dosis vaksin,” tulisnya.

Vaksin berbasis RNA sintetis dikembangkan oleh ICL pun masuk menjadi kandidat Top Six WHO COVID-19 Candidate Vaccine. Vaksin COVID-19 juga diklaim halal karena dibuat dari bahan sintetis. (E4)