Masjidil Haram Sambut Kembali Jemaah Umrah di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Masjidil haram sambut kedatangan jemaah umrah setelah tutup 6 bulan lamanya akibat Covid-19 (Indiespot.id/Twitter: ReasahAlharmain)

Indiespot.id-Medan. Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, kembali menyambut kelompok jemaah umrah untuk pertama kalinya di tengah pandemi COVID-19 setelah lebih dari enam bulan vakum terkecuali di masa Haji, Minggu (4/10).

Dilansir dari Arab News, Lebih dari 1,8 miliar umat Muslim dari seluruh dunia yang akan bersuka cita  masuk ke dalam antrean jemaah yang diperbolehkan memasuki masjid tersebut setelah mendaftar melalui aplikasi Eatmarna yang dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

Kementrian pun telah menyiapkan sekitar 1.000 petugas yang telah mendapat pelatihan untuk mengawasi pelaksanaan ritual ibadah umrah di Masjidil Haram.

Di tahap pertama pembukaan ini hanya 6 ribu jemaah per hari yang dibagi dalam 12 kelompok yang diperbolehkan melaksanakan ibadah umrah. Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan lima titik temu, antara lain Al-Gaza, Ajyad, dan Al-Shasha, di mana para jamaah akan bertemu dan bergabung dengan petugas medis di dalam bus menuju Masjidil Haram.

Dalam menyambut kedatangan kelompok jemaah pertama, kamera pengukur suhu pun dipasang di pintu-pintu masuk dan di dalam halaman Masjidil Haram untuk memonitor suhu tubuh jamaah dan mengirimkan peringatan jika diperlukan.

Selain itu, tempat cuci tangan disediakan di sejumlah titik masuk masjid dan eskalator menuju lantai atas dilengkapi dengan alat pembersih. Sistem pendingin udara juga dilengkapi dengan teknologi sanitasi ultraviolet, dengan jadwal pembersihan enam kali sehari.

Kompleks masjid juga akan dibersihkan 10 kali dalam sehari di sela-sela pergantian kelompok jamaah, termasuk di bagian yang biasanya dipadati jamaah, seperti air mancur, karpet, dan toilet.

Sebelumnya, Arab Saudi mengambil keputusan untuk mencegah penularan Covid-19 dengan menangguhkan ibadah umrah dan ibadah harian di masjid-masjid, termasuk Masjidil Haram, mulai pertengahan Maret. (EA)