Per 1 Oktober, PLN Turunkan Tarif Listrik Pelanggan Nonsubsidi

  • Whatsapp
(Indiespot.id/Instagram: PLN_id)

Indiespot.id-Jakarta. PT PLN Persero resmi menurunkan tarif lisrik bagi pelanggan nonsubsidi, per hari ini, Kamis (1/10). Kabar ini dikonfirmasi General Manager Unit Induk Distribusi (UID) PLN Jakarta Raya Doddy Pangaribuan.

“Per hari ini, penyesuaian tarif dasar listrik berlaku triwulanan. Untuk triwulan 4 berlaku 1 Oktober-31 Desember 2020,” ujar Doddy.

Bacaan Lainnya

Doddy menyampaikan, penyesuaian tarif listrik periode Oktober-Desember 2020 itu mengacu pada Surat Menteri ESDM kepada Direktur Utama PLN pada 31 Agustus 2020 lalu. Adapun pelanggan listrik nonsubsidi yang mendapatkan turun tarif ini ada 7 golongan.

Tujuh golongan itu, yakni rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA, 5.500 VA, 6.600 VA ke atas. Kemudian, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 sampai dengan 200 kVA dan pelanggan pemerintah dengan kapasitas 6.600 sampai dengan 200 kVA, serta penerangan jalan umum.

Tarif listrik pelanggan nonsubsidi turun sebesar Rp22,58/kWh menjadi sebesar Rp1.444,70/kWh.

Sementara itu, pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tidak mengalami kenaikan tarif atau tetap sebesar Rp1.352/kWh. Begitu pula pada pelanggan tegangan menengah, seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya >200 kVA, besaran tarifnya tetap sebesar Rp1.114,74/kWh.

Sama halnya dengan pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan industri daya di atas 30.000 kVA ke atas, tarif juga tidak mengalami perubahan, yaitu Rp996,74/kWh.

Penyesuaian tarif ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020. (EA)