indiespot.id – Medan, Pria berinisial AP (65) salah Seorang ayah meninggal dunia setelah dianiaya anak kandungnya di Jalan Pantai Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Senin (24/8) sore.
“Penganiayaan yang dilakukan seorang anak kepada bapaknya itu mengakibatkan bapaknya meninggal dunia,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Suyanto Usman Nasution di tempat kejadian perkara (TKP).
Dia mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motivasi terduga pelaku, ER (24), tega menganiaya orang tuanya hingga tewas. Pelaku masih dalam pengejaran.
“Motifnya masih kita selidiki,” ujarnya.
Disebutkannya, dalam waktu 2 jam, kepolisian berhasil meringkus tersangka di Jalan Bhakti Sukadono Tanah Garapan, Sunggal.
Berdasarkan informasi diperoleh, sementara, tersangka membunuh ayah kandungnya berrmula dari ban Betor dibuka korban pada dini hari.
Ketika bangun tidur, tersangka melihat ban becanya sudah tidak ada lagi. Sementara, adiknya yang ditanyai tersangka tentang keberadaan ban tersebut mengaku tidak tahu.
Singkatnya, ayah korban pulang ke rumah sekira pukul 12.00 WIB bertemu dengan tersangka. Tersangka tidak terima dengan sikap korban sehingga mereka bertengkar.
Tersangka kemudian menganiaya korban secara brutal. Bahkan, tersangka tega menginjak-injak tubuh ringkih orang tuanya itu hingga meregang nyawa.
Setelah itu, tersangka melarikan diri. Sedangkan warga yang melihat kondisi korban babak belur ke Klinik Serasi
Di Jalan Pantai Timur Pasar II Kelurahan Cinta Damai, namun sudah meninggal dunia.
Kepala lingkungan II Herbert Sitorus mengatakan pertengkaran terjadi sekira pukul 12.00 siang.
“Anaknya mau pakai becak cuma ban becak ini diambil sama si bapak agar tidak dipakai anaknya. Mereka kemudian bertengkar lalu dipukul si anak, bapaknya. Abis itu si anak pergi,” ujar Herbert kepada wartawan di lokasi kejadian.
Setelah menerima pukulan, kata Herbert, korban sempat hendak masuk ke rumahnya. Namun baru sampai pintu. Korban jatuh dan pingsan. Korban lalu dibawa keluarganya ke klinik terdekat.
“Namun setelah sampai klinik, si bapak sudah tewas,” ujar Herbert.[e3]






