Update COVID-19 di Sumut, 08 Juli: 155 Kasus dalam Sehari, Sumut Masuk 5 Besar Provinsi dengan Penambahan Kasus Terbanyak Hari Ini

  • Whatsapp
dr Putri Mentari Sitanggang, Relawan Tim GTTP COVID-19 Sumut

Indiespot.id-Medan. Kasus positif corona di Sumatera Utara kembali meningkat signifikan pada Rabu (08/07). Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut kembali merilis data yang menunjukkan terdapat penambahan 155 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

“Pasien positif Covid-19 berjumlah 1.976 orang,” kata Relawan Tim GTPP Covid-19 Sumut, dr Putri Mentari Sitanggang.

Bacaan Lainnya

Angka tersebut merupakan lonjakan tertinggi yang terjadi di Sumut selama pandemi. Dengan 155 kasus baru itu juga, Sumut masuk ke dalam lima provinsi dengan penambahan kasus terbanyak di Indonesia per Rabu (07/07).

Jawa Timur masih di peringkat pertama dengan penambahan 366 kasus, diikuti DKI Jakarta dengan 357 kasus, Jawa Tengah dengan 205 kasus, disusul Sulawesi Selatan dengan 166 kasus, dan Sumatera Utara dengan 155 kasus baru.

Update Data Kasus Corona di Sumut per 8 Juli (Indiespot.id/covid19.sumutprov)

Peningkatan signifikan tersebut tidak selaras dengan pasien yang dinyatakan sembuh di Sumut hari ini, di mana hanya bertambah sebanyak 10 orang menjadi 503 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah 1 orang dari hari sebelumnya.

“Untuk pasien meninggal bertambah 1 orang, sehingga total 110 orang,” ujarnya.

Sementara itu, Pasien dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan dari 279 orang menjadi 260 orang. Sedangkan Orang dalam Pemantauan (ODP) melonjak drastis sebanyak 146 orang menjadi 1.677 orang.

Melihat kondisi tersebut, GTPP Covid-19 Sumut kembali mengingatkan masyarakat bahwa penyebaran virus corona masih terus terjadi di Sumut. Maka dengan itu penting bagi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, terlebih mengingat kondisi RS rujukan Covid-19 yang kian hari semakin penuh

“Tetap jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan. Kita imbau masyarakat tetap berada di rumah, hanya keluar rumah manakala ada keperluan yang mendesak untuk mencegah penyebaran virus corona,” pungkasnya. (EA)

Pos terkait