Ketersedian Jaringan 4G Terbatas, 80 Persen Masyarakat Belum Nikmati

  • Whatsapp
Teknisi XL Axiata sedang melakukan pemeriksaan terhadap perangkat BTS. XL Axiata terus meningkatkan kenyamanan pelanggan atas akses internet cepat dan layanan data. / Aldi Dasmed

Pandemi Covid-19 memaksa banyak hal harus diterapkan dari rumah atau work from home (WFH). Dalam pelaksanaannya, WFH membutuhkan koneksi internet yang cepat dan stabil. Namun sayang, tingkat akses masyarakat ke jaringan 4G di Indonesia masih terbatas.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kemenkominfo Anang Latif mengatakan, berdasarkan data Open Signal, terbatasnya akses tersebut utamanya dialami oleh masyarakat yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Papua dan pedalaman Kalimantan.

Bacaan Lainnya

“Dari data Open Signal, ketersediaan sinyal 4G di pedalaman Kalimantan dan Papua di bawah 80%. Artinya ada 80% orang yang belum menikmati 4G. Ketimpangan ini menjadi PR pemerintah,” kata Anang dalam diskusi virtual yang diadakan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rabu (20/5/2020).

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, saat ini pemerintah telah memasang jaringan area lokal nirkabel (WLAN) atau Wifi di 7.377 titik baik di sekolah maupun kantor di daerah 3T tersebut dan akan terus ditingkatkan.

Anang juga menjelaskan bahwa jaringan seluler tidak dapat memenuhi semua lokasi di Indonesia dengan alasan kondisi geografis yang tak memungkinkan. Namun, pemerintah bisa menyediakan sinyal seluler untuk daerah yang ditinggali oleh masyarakat.

Kominfo pun menyebutkan pemerintah telah mewacanakan pembangunan jaringan satelit yang akan menyasar jaringan ke 50.000 titik di Indonesia. Kami juga berencana menyiapkan satelit multifungsi yang rencananya bisa meluncur di tahun 2023, kami bisa menjangkau 50.000 titik,” ucapnya. (EA)

Pos terkait