Indiespot,id Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan revitalisasi RSUD Dr. Pirngadi Medan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan pembenahan tata kelola dan manajemen rumah sakit agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin profesional dan berkualitas.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR meninjau RSUD Dr. Pirngadi Medan, Selasa (21/7/2026). Turut hadir Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, serta Plt. Direktur RSUD Dr. Pirngadi Medan Mardohar Tambunan.
Rico mengatakan Pemerintah Kota Medan telah menyiapkan rencana pengembangan RSUD Dr. Pirngadi dan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar proses revitalisasi berjalan efektif serta sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Perencanaannya sudah ada. Selanjutnya akan kami koordinasikan kembali dengan Kementerian Kesehatan agar desain dan penataan ruang rumah sakit disupervisi sehingga lebih efektif dan efisien,” ujar Rico.
Menurutnya, Kementerian Kesehatan memberikan sinyal positif terhadap rencana pengembangan RSUD Dr. Pirngadi. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan gedung baru harus berjalan beriringan dengan pembenahan sistem kerja, tata kelola, dan manajemen rumah sakit.
“Yang terpenting bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi juga memperbaiki sistem dan manajemennya agar lebih profesional. Minggu depan tim kami akan kembali berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti supervisi teknis,” katanya.
Selain membahas revitalisasi, peninjauan juga difokuskan pada kesiapan RSUD Dr. Pirngadi dalam mendukung program nasional penanggulangan tuberkulosis (TB). Rico mengapresiasi dukungan Kementerian Kesehatan yang telah melengkapi rumah sakit milik Pemko Medan tersebut dengan berbagai alat kesehatan modern, seperti CT Scan dan Cath Lab, yang kini telah dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus mengatakan kunjungannya merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanggulangan TB, mengingat Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus tuberkulosis tertinggi kedua di dunia.
“Kita datang untuk meninjau sarana dan prasarana rumah sakit yang menangani kasus-kasus TB. Hari ini tugas khusus kami bersama Pak Wamendagri adalah bagaimana pemberantasan TB di Indonesia, karena kasus TB kita masih nomor dua di dunia,” ujar Benjamin.
Ia menjelaskan pemerintah terus memperkuat deteksi dini melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilengkapi layanan X-ray portable untuk memeriksa kontak erat pasien TB. Menurutnya, strategi tersebut diharapkan mampu menemukan kasus lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Berdasarkan hasil peninjauan, Benjamin menilai fasilitas RSUD Dr. Pirngadi Medan telah cukup baik untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan penguatan sarana dan prasarana kesehatan di daerah agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Ternyata setelah kita tinjau, fasilitasnya sudah cukup baik. Kami datang untuk melihat langsung kesiapan fasilitas kesehatan di daerah dan apa saja yang masih perlu diperkuat,” pungkasnya.(sgh)






