Kolaborasi KPPU–MPM Sumut Jadi Early Warning Pengawasan UMKM dan Program Pemerintah

  • Whatsapp

Indiespot,id Medan –  (KPPU) melalui Kantor Wilayah I memperkuat sinergi dengan (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus memastikan terciptanya persaingan usaha yang sehat.

Kolaborasi ini mencuat dalam audiensi yang diterima KPPU Kanwil I, dipimpin langsung Ketua MPM Muhammadiyah , didampingi Sekretaris serta Wakil Sekretaris .

Dalam pertemuan tersebut, MPM Muhammadiyah menyampaikan berbagai temuan lapangan dari program pemberdayaan yang selama ini dijalankan. Di sektor pertanian, petani masih menghadapi kendala dalam memperoleh pupuk bersubsidi yang berdampak pada produktivitas. Sementara itu, nelayan mengeluhkan keterbatasan akses terhadap BBM solar bersubsidi yang menghambat aktivitas melaut.

Selain itu, pelaku usaha kecil, khususnya pedagang grosir, juga menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi dampak sejumlah program pemerintah seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai berpotensi memengaruhi struktur pasar, terutama karena kecenderungan pembelian dalam skala besar yang dapat mengurangi peran pelaku usaha di tingkat distribusi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil I KPPU menegaskan komitmen lembaganya untuk tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengawal ekosistem usaha yang adil dan inklusif.

“Kami memandang penting informasi dari akar rumput, khususnya melalui jaringan MPM Muhammadiyah, sebagai early warning terhadap potensi praktik persaingan usaha tidak sehat maupun permasalahan dalam kemitraan UMKM. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis agar pengawasan KPPU lebih kontekstual dan menyentuh langsung pelaku usaha di lapangan,” ujarnya.

Ridho menjelaskan, potensi risiko dalam program pemerintah dapat muncul dari berbagai aspek, mulai dari penunjukan vendor, pengaturan titik distribusi, hingga rantai pasok barang dan jasa. KPPU juga mencermati kemungkinan terganggunya ketersediaan barang di pasar akibat penyerapan dalam jumlah besar oleh program tertentu.

Melalui kerja sama ini, KPPU dan MPM PWM Sumut sepakat memperkuat sinergi dalam pengawasan kemitraan UMKM serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya persaingan usaha yang sehat. MPM Muhammadiyah juga menyatakan kesiapan untuk aktif menyosialisasikan fungsi dan kewenangan KPPU hingga ke tingkat akar rumput.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjembatani kebijakan persaingan usaha dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan melibatkan organisasi yang memiliki jaringan luas hingga ke komunitas, pengawasan praktik usaha di lapangan diharapkan semakin efektif serta mampu mendorong terciptanya pasar yang lebih adil.

Sinergi antara KPPU dan MPM Muhammadiyah ini sekaligus menegaskan bahwa persaingan usaha yang sehat bukan sekadar soal regulasi, melainkan instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (Sgh)

Pos terkait