Indiespt,id Medan – Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan terus menunjukkan progres luar biasa, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi. Direktur RSU Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, S.Si., Apt., M.Kes., mengungkapkan berbagai capaian penting yang telah diraih rumah sakit ini, baik di kancah nasional maupun internasional.
Salah satu pencapaian yang patut dibanggakan adalah perolehan penghargaan bintang tiga dari BPJS Kesehatan. Ini menandakan peningkatan kualitas layanan yang signifikan dan menjadi bukti kerja keras seluruh tim RSU Haji Medan. Penghargaan ini juga menjadi motivasi kuat untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Tak hanya itu, RSU Haji Medan juga menerima penghargaan bergengsi WSO Angels Award Platinum dari World Stroke Organization. Penghargaan ini diberikan atas kinerja luar biasa dalam penanganan stroke akut, khususnya dalam pelaksanaan prosedur trombolisis yang krusial. Ini menunjukkan komitmen RSU Haji Medan dalam menyediakan layanan kesehatan bertaraf internasional untuk pasien stroke.
Penilaian untuk WSO Angels Award Platinum dilakukan secara berkala. Untuk periode Januari hingga Juni 2025, RSU Haji Medan menjadi salah satu dari tiga rumah sakit di Sumatera Utara yang meraih predikat platinum, bersanding dengan RSUP H Adam Malik dan RS Murni Teguh. Capaian ini membuktikan kemampuan RSU Haji Medan bersaing dengan rumah sakit besar lainnya meskipun dengan keterbatasan yang ada.
Sri Suriani menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci. RSU Haji Medan berhasil mengembangkan layanan unggulan seperti obgin sosial, yang menyediakan layanan spesialis kebidanan dan kandungan untuk kasus-kasus sosial, termasuk kehamilan di luar nikah dan kekerasan terhadap perempuan. Layanan ini menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam pendekatan kemanusiaan.
RSU Haji Medan juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan berbagai instansi seperti BKOW, Aisiyah, BPKB, dan Angkasa Pura. Melalui program Medical Check Up (MCU), RSU Haji Medan telah melayani ratusan pegawai dari berbagai lembaga, menunjukkan inisiatif “jemput bola” dalam menjangkau masyarakat dan instansi di luar lingkungan rumah sakit.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus utama. RSU Haji Medan rutin menyelenggarakan pelatihan dan seminar, termasuk in-house training dengan narasumber internal. Bahkan, salah satu dokter RSU Haji Medan, dr. Sefina, telah tampil dalam forum internasional di Australia, menunjukkan kualitas SDM yang mumpuni.
Dengan volume operasi harian yang tinggi, mencapai 20 hingga 30 tindakan per hari, RSU Haji Medan juga mencatat kinerja keuangan yang positif, dengan realisasi pendapatan mencapai 48,88% hingga semester satu. Sri Suriani berharap seluruh pihak dapat mendukung pengembangan RSU Haji Medan agar dapat menjadi pusat layanan kesehatan unggulan bertaraf internasional.(Sgh)





