Soal 4 Pulau di Aceh, Rampai Nusantara Sumut Ajak Selesaikan Secara Damai dan Administratif

  • Whatsapp

INDIESPOT.ID, MEDAN-Rampai Nusantara Sumut menilai konflik terkait status 4 pulau yang secara administratif berpindah dari Provinsi Aceh ke Sumatera Utara terlalu dibesar-besarkan. Isu ini bahkan dimanfaatkan oleh sejumlah elite untuk membangun narasi negatif yang menyudutkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Pengurus Rampai Nusantara Sumut, Muhammad Iqbal memuji Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution yang menunjukkan sikap diplomatis.

Bacaan Lainnya

Iqbal juga mengapresiasi sikap Bobby yang memilih untuk melakukan pendekatan persuasif dan membangun silaturahmi langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf (Muallem).

“Ini menandakan bahwa hubungan antara Aceh dan Sumatera Utara sejatinya adalah hubungan persaudaraan yang erat secara historis dan budaya,” kata Iqbal, Jumat (14/6/2025) di Medan.

Iqbal menjelaskan, bahwa keputusan terkait status kepemilikan empat pulau tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tahun 2022.

“Jadi itu jauh sebelum Bobby Nasution menjabat sebagai Gubernur Sumut. Dalam hal ini, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam menentukan batas wilayah administratif antar provinsi,” jelasnya.

Dirinya meyakini, tidak ada kepentingan pribadi atau politis dalam persoalan ini. Ia mengajak semua pihak, termasuk media dan elite politik, untuk tidak memperkeruh suasana dan menghentikan narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Saya ingin persoalan ini dibicarakan secara damai dan administratif. Tidak perlu ada narasi yang menyulut konflik. Mari kita jaga keutuhan dan persaudaraan antara Aceh dan Sumatera Utara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kemendagri juga telah menyatakan akan melakukan peninjauan ulang terhadap keputusan tersebut secara terbuka dan objektif. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas dan keharmonisan antarwilayah.

“Sebagai pemuda Sumatera Utara, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan semangat persatuan. Sudahi ego sektoral, khususnya dari para elite politik nasional maupun lokal,” bebernya

“Jangan jadikan persoalan ini sebagai alat politik yang merugikan kita semua,” sambung Iqbal.

Karena itu, dirinya meyakini jika tidak benar bahwa narasi tentang adanya operasi atau rekayasa tertentu di balik pemindahan administrasi pulau tersebut.

“Bobby Nasution paham betul bahwa Aceh dan Sumut adalah saudara yang tidak boleh terpecah hanya karena persoalan administratif,” tutupnya. (satria)

Pos terkait