INDIESPOT.ID, Medan – Di era digital seperti sekarang ini, content creator memang menjadi profesi yang menggiurkan. Bayangkan saja, jika kita membuat konten yang menarik, banyak yang nonton, memberi emot suka, bahkan untuk beberapa aplikasi ada pilihan sawer yang bisa dikonversikan menjadi uang yang tidak sedikit. Belum lagi kalau ada kerjasama endorsement, dengan rate card yang beragam, kita bisa menjadi kaya dalam waktu singkat.
Tapi ternyata menghasilkan konten yang disukai khalayak memang nggak mudah dan butuh perjuangan. Dan sebaiknya sebelum membuat konten, pastikan agar nggak mengunggah konten-konten seperti di bawah ini.
1. Menyangkut privasi
Menyebar hal-hal yang bersifat privat itu berbahaya lho. Seperti nama, alamat lengkap, tanggal lahir, nomor telepon, plat nomor kendaraan dan lain-lain. Namun masih banyak dari kita yang belum tahu hal itu. Bukan karena tanpa sebab, melainkan mencegah hal-hal buruk yang nggak diinginkan.
2. Segala hal tanpa izin
Sekarang ini banyak kita lihat konten entah itu Reels atau Tiktok, yang meng-upload video orang-orang yang tidak dikenal. Ya, walaupun untuk sekadar lucu-lucuan ataupun memuji karena cantik atau ganteng, tapi sebaiknya segala sesuatu yang hendak di upload itu harus dapat izin dari orang yang bersangkutan. Karena kalau sembarangan menyebarkan tanpa consent bisa terjerat hukum karena telah melanggar UU ITE!
3. Konten dewasa
Untuk yang ini, mungkin sudah paling dulu dilarang bukan hanya di media sosial melainkan di layar kaca. Konten “dewasa” selain melanggar hukum, juga melanggar nilai-nilai norma sosial dan agama.
Di era digital seperti sekarang, di mana hal-hal seperti itu bisa sangat mudah diakses oleh anak-anak di bawah umur. Maka dari itu, hindari konten dewasa, ya.
4. Eksploitasi
Pernah kan lihat konten mandi lumpur, guyur air 100 kali, cubit pipi anak, di beranda media sosial? Terlihat biasa aja sih. Tapi mhal tersebut merupakan sebuah eksploitasi lho. Apalagi objek konten tersebut adalah orang-orang yang tak berdaya seperti orangtua atau anak kecil. Tidak jarang, isi kontennya pun bisa membahayakan. Nah, konten begini juga harus dihindari, ya.
5. Hoaks
Hal terakhir yang sebaiknya tidak dijadikan konten adalah hoaks, alias berita palsu. Apalagi dibungkus dengan judul yang click bait, sehingga kadang tanpa melihat kontennya sendiri pun, masyarakat kita mudah terhasut. Konten seperti itu selain membohongi publik, kadang juga menggiring pada kebencian yang bisa menyebabkan pertikaian horizontal. Nah, penyebaran konten hoaks bisa dipidana lho. Hati-hati deh!
Itu dia kelima hal yang seharusnya nggak dijadikan konten. Jadi content creator itu butuh perjuangan. Semangat jadi content creator! (Ika)






