INDIESPOT.ID, Kabupaten Deli Serdang – Jumat, 21 Oktober 2022 Komunitas Senandung mengadakan kampanye di SDN 105265 dan SDN 106143 Suka Maju, Deli Serdang dengan mengangkat tema “Senang Tanpa Rundung”. Kampanye yang diselenggarakan dikhususkan kepada siswa/i kelas V dan VI. Kampanye ini diselenggarakan untuk mengedukasi siswa-siswi disana mengenai apa itu perundungan dan bahaya nya untuk kesehatan mental. Bukan hanya itu, tim Senandung juga berharap kampanye ini bukan saja untuk memberikan informasi kepada siswa-siswi tetapi juga mengubah sikap dan perilaku mereka.
Tindakan perundungan atau bullying merupakan perbuatan yang sering di temui di lingkungan sekitar terutama lingkungan sekolah. Apalagi saat ini masih banyak orang yang tidak sadar bahwa mereka adalah pelaku perundungan itu sendiri. Untuk itu, perlu edukasi sejak dini kepada siswa-siswi khususnya SD untuk mengantisipasi tindakan perundungan yang lebih parah dikemudian hari. Untuk itu, penting rasanya mengadakan kampanye untuk membahas hal tersebut.
Dikarenakan lokasi sekolah yang terbatas, maka kegiatan kampanye harus dilakukan sebanyak dua sesi. Yang pertama di SD Negeri 105265 dan dilanjutkan ke SD Negeri 106143. Kampanye “Senang Tanpa Rundung” dibuka dengan kata sambutan dari Kepala Sekolah SD Negeri 105265 yakni Dewi Mayarani.

Kampanye ini dikemas dengan menampilkan mini teater yang menceritakan kehidupan sekolah penuh perundungan. Cerita yang diangkat sangat ringan. Mini teater yang disajakan nyatanya mampu mengundang gelak tawa siswa-siswi disana. Di dalam mini teater yang dibawakan, tim Senandung memperkenalkan maskot mereka yaitu Billy dan Sena. Billy merupakan perundung dan Sena adalah si penolong (yang membantu menolong korban perundungan).
Selain mini teater, tim Senandung juga memberikan materi dalam bentuk lisan dan juga video animasi. Antusiasme siswa-siswi sangat terlihat ketika memasuki sesi tanya jawab. Sebagai bentuk penghargaan kepada peserta yang aktif, tim Senandung memberikan hadiah berupa satu set peralatan tulis.
Kampanye ini berlangsung selama 4 jam di kedua sekolah tersebut. Untuk menambah semangat peserta tim Senandung menyediakan snack ringan yang diberikan kepada seluruh peserta yang hadir.
Sebagai bukti bahwa kampanye telah terlaksana, tim Senandung memberikan cenderamata berupa pin kepada seluruh siswa-siswi yang hadir dengan harapan mereka akan terus mengingat kampanye yang telah terlaksana dan menjadi bagian dari “Sobat Senandung”. Agar kampanye ini tidak hanya berhenti di hari itu saja, tim Senandung juga memberikan poster yang akan ditempelken di kedua sekolah tersebut.
Kampanye ini diakhiri dengan mengadakan foto bersama dengan seluruh peserta dan juga tenaga pengajar di kedua sekolah tersebut. (Dim/Rel)





