Mengenal “Sedulur Papat Limo Pancer”, Filosofi dalam Jagat Arwah

  • Whatsapp
Film genre horor fantasi keluaran rumah produksi Visinema Pictures. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Medan — “Manusia tidak pernah lahir sendiri. Selalu ada empat roh lain yang ikut lahir dan menyerupainya wujud manusianya. Mereka yang namanya sedulur papat limo pancer.” Deretan kalimat yang terungkap dalam official trailer Jagat Arwah, menunjukkan kentalnya nuansa Kejawen dalam film genre horor fantasi keluaran rumah produksi Visinema Pictures ini. Di berbagai daerah, masyarakat juga mengenal konsep ini dalam sebutan khodam leluhur, atau pendamping yang berkaitan dengan pelindung gaib.

Adanya Makhluk Pelindung Ke Mana Pun Kita Pergi

Bacaan Lainnya

Dalam filosofi ini, setiap orang dipercaya lahir didampingi unsur-unsur yang sudah ada sejak dalam kandungan. Semua unsur ini, konon, saling mempengaruhi dalam diri manusia dan menjadikannya satu kesatuan. Dalam Primbon Jawa, Sedulur Papat Limo Pancer dipercaya sebagai berikut:

Film genre horor fantasi keluaran rumah produksi Visinema Pictures. (Istimewa)

1. Kakang Sawah.
Ini adalah sebutan dari air ketuban yang melindungi bayi dalam janin. Dalam proses kelahiran, air ketuban keluar pertama kali, oleh karenanya masyarakat Jawa menganggapnya sebagai Kakang, atau Kakak.

2. Adi ari-ari.
Sebutan ini diberikan untuk plasenta. Disebut adi, yang berarti adik dalam Bahasa Jawa, karena ari-ari dikeluarkan setelah bayi dilahirkan.

3. Getih.
Getih dalam Bahasa Indonesia adalah darah. Ini adalah hal utama yang menghidupi bayi dan ibu serta melindungi bayi dalam kandungan.

4. Puser.
Mengacu pada pusar, atau tali plasenta. Ini merupakan penghubung yang kuat antara ibu dan bayi sekaligus menjaga kelangsungan hidup bayi dengan menyalurkan nutrisi makanan selama dalam kandungan.

5. Pancer.
Pancer adalah tubuh atau wadah yang merupakan pusat kehidupan manusia di dunia.

Konon, sedulur papat limo pancer menjadi teman gaib yang mendampingi dan melindungi ke mana pun kita pergi. Penasaran siapa pendamping Raga di Jagat Arwah? Saksikan film Jagat Arwah, tayang serentak mulai 29 September 2022 di seluruh bioskop di Indonesia.

Film genre horor fantasi keluaran rumah produksi Visinema Pictures. (Istimewa)

FILM JAGAT ARWAH MENGGENTAYANGI
BIOSKOP INDONESIA 29 SEPTEMBER 2022

SINOPSIS JAGAT ARWAH

Kematian sang Ayah, Sukmo (Kiki Narendra), secara mendadak dan mencurigakan mendorong Raga (Ari Irham) menelusuri kehidupannya yang penuh hal mistis. Termasuk kenyataan bahwa ia merupakan keturunan penyeimbang Jagat Arwah sekaligus Jagat Manusia yang bergelar Aditya ke-7. Mimpi jadi anak band terkenal harus ia pertaruhkan demi melanggengkan tradisi keluarganya.

Dibantu pamannya, paklik Jaya (Oka Antara), Raga berusaha mengendalikan kekuatan di dalam dirinya dan bertemu dengan arwah-arwah yang masih memiliki hubungan dengannya diperjalanan ; Nonik (Cinta Laura), / (Sheila Dara) dan Genderuwo (Ganindra Bimo).

Pertemuan itu kemudian mengubah hidup Raga selamanya.

SEKILAS TENTANG VISINEMA
Visinema Pictures didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko pada tahun 2008. Beberapa film layar lebar Visinema adalah Cahaya Dari Timur Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Love for Sale, Keluarga Cemara, Terlalu Tampan, Generasi 90an: Melankolia, Pulau Plastik, Tarian Lengger Maut hingga dua film terbaru mereka; NUSSA dan Ben & Jody.

Film Keluarga Cemara merupakan film keluarga Indonesia pertama yang berhasil meraih 1.7 juta penonton di awal tahun 2019. Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menjadi film pembuka awal tahun 2020 yang berhasil meraih 2.2 juta penonton. Sedangkan NUSSA, menjadi film animasi Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak di masa pendemi 2021 dengan total lebih dari 440.000 penonton. NUSSA juga meraih Piala Citra 2021 sebagai Film Animasi Panjang Terbaik.

Film-film produksi Visinema Pictures mempunyai visi progresif, yakni untuk menambah perspektif dalam melihat berbagai sisi kehidupan masyarakat di Indonesia. Selain itu, kualitas film yang dihadirkan Visinema juga berlandaskan pada keintiman pengalaman menonton setiap orang dan menjadikan sinema sebagai representasi seni sekaligus kekayaan intelektual Indonesia. (Dim)

Pos terkait