Trending Topik di Twitter, Warganet Minta Benny Mamoto Diperiksa dan Dipecat

  • Whatsapp
Ilustrasi Twitter (Dok. Foto oleh Brett Jordan dari Pexels)

INDIESPOT.ID, Medan – Nama Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto jadi perbincangan publik hingga trending topik di Twitter. Hal ini terjadi karena pernyataan kontroversi dirinya terkait kasus tewasnya Brigadir J.

Warganet menilai bahwa pernyataan Benny Mamoto itu ngawur dan nyeleneh. Akibatnya, para netizen meminta Kapolri untuk memeriksa Ketua Kompolnas Benny Mamoto.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan redaksi Indiespot, Kamis (11/8/2022), nama Benny Mamoto telah dicuitkan lebih dari 20ribu kali.

“Orang se-Indonesia kena prank dari Kapolres Jaksel, Kabid Humas Polda Metro, Kapolda Metro, Benny Mamoto (Kompolnas) yg mengarang cerita Brigadir J tewas krn baku tembak di rumah irjen FS. Tapi tak satupun pejabat Polisi tsb meminta maaf atas pembohongan publik yg mereka buat t,” cuit akun @echaaGB.

“Periksa Benny Mamoto. Pak Bos
@ListyoSigitP,” ucap @HukamDan.

“Semua pejabat yang mengaburkan fakta dan sebar hoax pda kasus tersebut sebaiknya diperiksa dan pecat,” sahut @ferryberita.

Ada pula netizen yang memint Benny Mamoto untuk mundur dari Kompolnas.

“Lebih baik mundur saja dari KOMPOLNAS pak Benny Mamoto. Statemant-statemant anda saat di awal-awal sangat memojokkan sekali Brigadir J, padahal anda seharusnya meneliti terlebih dahulu hasil laporan Polisi kepada KOMPOLNAS. Apakah ada kejanggalan atau tidak @mohmahfudmd,” kata @knpiharis.

“Setelah Irjen FS jadi tersangka dlm kasus terbunuhnya Brigadir J, Harusnya Benny Mamoto juga diperiksa dan pecat oleh Kapolri karena #KompolnasBerbohong kalau terjadi tembak menembak. Ayo beri tanda dukungan u/ Kapolri @ListyoSigitP,” tulis akun @ZeroDemoCRAZY.

Sebagaimana diketahui, dalam keterangannya Ketua Kompolnas tersebut membenarkan peristiwa yang terjadi tembak menembak karena Brigadir J diduga melakukan pelecahan seksual terhadap istri Kadiv Propam Ferdy Sambo. Benny mengaku saat itu turun langsung ke tempat kejadian perkara untuk membuktikan kebenaran kasus tersebut.

Namun di mabes Polri Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan tim khususnya menyatakan bahwa tidak ada peristiwa tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E. Peristiwa yang sebenarnya adalah pembunuhan Brigadir J oleh Bharada E atas perintah Kadiv Propam Irjen Ferdi Sambo. (Ika)

Pos terkait