INDIESPOT.ID, Medan – Angka stunting di Kota Medan sudah mencapai 400 jiwa. Tingginya angka tersebut mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Medan, Sudari.
Politisi PAN itu menilai, penanganan penanganan stunting yang dilakukan Pemko Medan yang dinilainya belum maksimal. Karena itu, ia berjanji akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan OPD terkait.
Politisi PAN itu menjelaskan, dari 400 jiwa tersebut, terdapat 19 lokus yang dominan berada di kawasan Medan Utara. Persisnya Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.
“Kita minta Pemko Medan untuk memberi arahan dan penyuluhan kepada masyarakat yang akan menikah (pra nikah). Selanjutnya Dinkes dan Dinas Ketahanan Pangan harus memperhatikan asupan gizi kepada ibu dan calon bayi hingga melahirkan nanti,” ucap Sudari, Senin, 9 April.
Selain itu, katanya, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) juga harus terlibat dalam membenahi lingkungan kumuh. Sebab, kondisi sanitasi yang buruk juga menjadi penyebab utama stunting.
“Stunting ini merupakan perhatian pemerintah pusat. Hal ini harus benar-benar diperhatikan pemerintah kota, kita tidak ingin masih ada anak-anak yang kurang mendapatkan asupan gizi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang didapatnya, kata Sudari, penggunaan anggaran terhadap stunting juga belum tersalurkan dengan baik. Oleh sebab itu, dirinya juga akan mempertanyakan program Triwulan I Dinkes Medan penanganan stunting.
“Kita juga ada menemukan salah seorang ibu dengan anaknya berusia 3 tahun. Di mana berat anaknya saat ini masih 7 kg, seharusnya 11 kg kalau sehat. Untuk itu, dalam RDP nanti akan kita pertanyakan penyaluran bantuan terhadap masyarakat dalam menangani stunting tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Medan dr Sherivia Faradilla mengaku, bahwa saat ini jumlah Pre Evelensi stunting Kota Medan mencapai 0,47 persen pada penimbangan bulan Februari 2022 lalu.
“Setiap tahun kita ada penimbangan 2 kali, yakni bulan Agustus dan Februari. Penimbangan kemarin (Februari), kita menimbang sekitar 550 anak. Untuk tahun 2022, Pemko Medan sudah menetapkan 63 lokus penanganan stunting. Saat ini stunting tertinggi di Kelurahan Sicanang dengan sekitar 50 orang,” ungkapnya.
Dikatakannya, bahwa pihaknya bersama OPD terkait juga terus melakukan penyuluhan dalam penanganan stunting, baik itu pra nikah hingga ibu mengandung dan melahirkan.
“Stunting ini tidak hanya Dinkes saja, Bappeda, Ketapang dan P2KB juga terlibat. Saat ini, Ketua Tim nya Pak Wakil Wali Kota Aulia Rachman. Kedepannya kita juga akan lebih mengintensifkan penanganan stunting tersebut,” ungkapnya. (Satria)






