INDIESPOT.ID, Medan – Aksi seorang pengemudi yang mengancam akan mematahkan leher Walikota Medan, Bobby Nasution dihadapan seorang petugas E-parking viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria berkacamata secara arogan menolak untuk membayar parkir secara nontunai. Sementara, sang petugas E-parking, keukeuh dengan aturan pembayaran non-tunai.
Mendengar perkataan petugas E-parking, pria berkacamata itu memintanya untuk menghadirkan atasan yang memerintahkan juru parkir.
“Suruh panggilan bos kau kemari,” ucap pengemudi mobil berkacamata itu.
“Ini yang nyuruh Pak Bobby (Wali Kota Medan),” jawab tukang parkir.
“Kau panggil Pak Bobby itu kemari, biar ku patahkan batang leher Pak Bobby itu sekalian. Mau kau? Atau kau aja ku patahkan batang leher kau mau,” kata pria dalam mobil itu.”
Terpisah Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Nikmal Fauzi Lubis. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu, terjadi Jalan Rahmadsyah, Kota Medan, Sabtu 23 April 2022.
“Lokasi di Jalan Rahmadsyah, kemarin bang,” ucap Nikmal saat dikonfirmasi, Minggu, 24 April.
Nikmal mengatakan apa dilakukan petugas e-parking itu sudah benar dan sesuai dengan aturan. Ia mengungkapkan seharusnya masyarakat dapat bekerja sama dan melaksanakan peraturan terbaru di Kota Medan membayar parkir secara nontunai.
“Petugasnya sudah betul, sekarang tinggal masyarakatnya bang. Mau dikasih tunai, tapi menolak. Tapi, malah digitui,” kata Nikmal.
Katanya, petugas e-parking itu harus menjadi contoh sejumlah petugas e-parking di Kota Medan yang masih menerima retribusi parkir secara tunai dan menolak nontunai. Mirisnya, lagi petugas parkir ini meminta uang parkir diatas retribusi ditetapkan. Hal ini, lepas dari pengawasan dari Dishub Kota Medan.
“Petugas e-parking sudah membuat laporan ke Polsek Medan Kota. Kita tidak mendampingi (secara hukum), tapi melakukan pemantauan, karena sudah viral seperti ini,” jelas Nikmal.
Nikmal mengungkapkan sosok pria yang mengancam mematahkan leher menantu Presiden Joko Widodo itu bukan warga Sumatera Utara.
“Infonya bukan warga Sumut, sepertinya pendatang,” tutur Nikmal. (Satria)






