INDIESPOT.ID, Medan – Situasi antara Rusia dan Ukraina masih memanas setelah invasi yang diluncurkan Rusia pada Kamis (24/2) lalu. Meski demikian, negosiasi untuk menghentikan perang sudah mulai dilakukan. Perwakilan Rusia dan Ukraina telah melangsungkan negosiasi di perbatasan Belarusia Ukraina, tepatnya di dekat Sungai Pripyat, pada Senin (28/2/2022).
Dalam negoisasi ini Kantor Kepresidenan Ukraina, Kiev mengirimkan sejumlah pejabat tinggi sebagai delegasi. Salah satunya adalah Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov yang meruapakan pejabat paling senior.
Mereka yang bergabung dalam rombongan delegasi sebagaimana dikutip dari Interfax Ukraine, adalah Kepala Fraksi Parlemen Hamba Rakyat David Arakhamia; Wakil Menteri Luar Negeri Mykola Tochitsky.
Kemudian, Penasihat Kepala Kantor Kepresidenan Mikhail Podolyak; Wakil Verkhovna Rada atau Komite HAM, Rustem Umerov; dan Wakil Kepala Delegasi Pertama Ukraina untuk Trilateral Andriy Kostin.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Sementara, pihak Rusia tidak memaparkan rombongan yang berangkat ke negosiasi di Kota Gomel, Belarusia, itu.
Berdasarkan dari sejumlah media Rusia disebutkan bahwa kepala perwakilan negosiasi dari Rusia adalah Ajudan Presiden Vladimir Putin, Vladimir Medinsky.
Kremlin juga menolak untuk membeberkan posisi negosiasi para delegasinya. Menurut mereka, “Para negosiator harus berdialog dalam diam.”
Pihak Ukraina telah menyampaikan salah satu tujuan dalam negosiasinya, yaitu menghendaki gencatan senjata sesegera mungkin dan penarikan pasukan Rusia.
Sebagai informasi, pertikaian Rusia dan Ukraina turut memakan korban jiwa. Dilansir dari Interfax Ukraine, sebanyak 198 orang warga Ukraina tewas dalam perang dengan Rusia termasuk tiga di antaranya adalah anak-anak. Sementara jumlah korban luka-luka mencapai 1.115 orang. (Ika)






