Kronologi Pria di Medan Bunuh Guru SD Karena Tersinggung Akan Disodomi

  • Whatsapp

Indiespot.id, Medan – Masyarakat di Jalan Eka Warni, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, dihebohkan dengan kematian guru SD inisial, MI (32) di dalam indekosnya, Jum’at (3/9). Parahnya korban tewas dengan kondisi sudah membusuk.

Setelah mendapat laporan, polisi menyelidiki kasus ini. Pelakunya ternyata teman pria korban, KF (33).

Bacaan Lainnya

Selanjutnya tersangka berhasil diringkus, di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (9/10), sekira pukul 02.30.

Lalu bagaimana kronologi pembunuhan ? dan apa motif tersangka menghabisi korban. Berikut indiespot rangkum.

Selasa (31/8), Pukul 16.00

Pada sore hari tersangka membantu korban merapikan tempat kos barunya.

Pukul 22.00

Sekira Pukul 22.00 WIB tersangka  dan korban ke tempat teman mereka. Lokasinya, tidak jauh dari kos korban.

Pukul 24.00

Mereka kembali ke kos korban. Tersangka lalu menginp di sana dan tidur dalam posisi terlungkup.

Rabu (1/9) Pukul 04.00

Tersangka tiba-tiba terbagun dan terkejut melihat korban menurunkan celana dalamnya, lalu hendak menyodominya.

Karena tersinggung, tersangka lalu mengambil martil di dekat lantai dan memukul kepala korban hingga tewas. Setelah itu KH membawa sepeda motor dan handphone milik korban.

Jum’at (3/9) Pukul 13.15

Jasad korban ditemukan rekan kerjanya. Apalagi, sudah tiga hari korban tidak masuk. Dia lalu mengecek ke indekost korban. Saat hendak masuk ke kost korban terhirup bau busuk.

Rekannya lalu menghubungi ibu kost. Selanjutnya ibu kost melapor ke polisi dan perangkat kelurahan

Pukul 14.00

Mendapat informasi dari masyarakat Polsek Delitua turun ke lokasi kejadian dan mendobrak pintu kost korban. Lalu mayat korban ditemukan dalam keadaan telungkup di kasur. Selanjutya korban di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, untuk diautopsi.

Sabtu (9/10) Pukul 02.00

Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui pembunuh korban merupakan KF, polisi lalu memburunya dan berhasil menangkap KF. Dia pun mengakui perbuatannya.

Lalu saat pencarian bukti KF mencoba melawan polisi, sehingga terpaksa ditembak

“Dia berusaha, melarikan diri dengan cara melawan dan mendorong petugas dan tim memberi tembakan peringatan, namun tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Kanitreskrim Polsek Delitua Iptu Martua Manik. (Sat)

Pos terkait