Medan Jadi Kota Nomor 1 Peredaran Narkoba, Bobby Nasution: Ini Bukan Prestasi

  • Whatsapp
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menghadiri acara Deklarasi Tolak Narkoba Menuju Sumut Bersinar (Bersih, Bebas Narkoba) dan pemusnahan barang bukti narkoba di Polrestabes Medan
Wali Kota Bobby Nasution bersama Kapolrestabes Kombes Riko Sunarko saat pemusnahan narkoba di Polrestabes Medan, Rabu (14/4).

Indiespot.id-Medan. Kota Medan, Sumatra Utara menduduki posisi pertama dalam pengalahgunaan Narkoba  (narkotika, dan obat-obatan terlarang) di Indonesia. Polrestabes Medan mengungkap, dalam kurun waktu Januari hingga 12 April 2021, pihaknya telah menangani 604 kasus dengan jumlah tersangka 770 orang.

“Ini bukan prestasi bagi masyarakat. Ini prestasi untuk jajaran Polrestabes Medan. Hari ini, Pemko Medan berkomitmen untuk tidak main-main dengan narkoba,” kata Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menghadiri acara Deklarasi Tolak Narkoba Menuju Sumut Bersinar (Bersih, Bebas Narkoba) dan pemusnahan barang bukti narkoba di Polrestabes Medan, Rabu (14/4).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu Bobby menyampaikan bahwa Pemkot Medan sangat berkomitmen dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Komitmen itu sejalan dengan program yang dicanangkannya, Medan BERSINAR (Bersih Tanpa Narkoba).

“Salah satu program kita itu Medan bersih tanpa narkoba, atau Medan BERSINAR. Kita akan berusaha keras mengubah lokasi-lokasi yang selama ini dikenal sebagai basis peredaran narkoba menjadi tempat-tempat yang produktif seperti kampung wisata atau kampung kuliner,” tegasnya.

Medan Jadi Kota Nomor 1 Peredaran Narkoba, Bobby Nasution: Ini Bukan Prestasi
Wali Kota Bobby Nasution bersama Kapolrestabes Kombes Riko Sunarko saat pemusnahan narkoba di Polrestabes Medan, Rabu (14/4). (Indiespot.id/Humas Pemkot Medan)

Menurutnya, jumlah 604 kasus narkoba selama tiga bulan di Medan menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba di Kota Medan. Sementara jumlah tahanan di Polrestabes Medan saat ini sebanyak 1.800 orang, di mana mayoritas tahanan terjerat kasus narkoba.

Untuk itu, lanjut Bobby, dibutuhkan kerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi permasalahan ini. “Peredaran narkoba cukup masif terjadi di kota-kota besar, begitu juga dengan Kota Medan. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat. Bukan hanya antara Pemkot Medan dengan kepolisian, tapi juga dengan seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, pihaknya berat bekerja sendiri memberantas maraknya peredaran narkoba di Medan. Untuk itu, Riko mengajak seluruh pihak untuk bersinergi memberantas narkoba di Medan.

“Didukung rekan-rekan sekalian. Niscaya kita bisa memberantas narkoba,” ungkapnya.

Adapun barang bukti narkoba yang dimusnahkan berupa Polrestabes Medan dalam 3 bulan terakhir, yaitu berupa 69,6 kg ganja dan 26,7 kg sabu. Seluruh barang bukti tersebut dimusnahkan lewat mesin incenerator yang berada di halaman parkir Polrestabes Medan. (EA)

 

Pos terkait