Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Edy Rahmayadi: Semua Upaya Harus Dibarengi oleh Doa

  • Whatsapp
Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Edy Rahmayadi: Semua Upaya Harus Dibarengi oleh Doa
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam Doa Bersama Lintas Agama (Indiespot.id/Humas Sumut)

Indiespot.id-Medan. Pemerintah Provinsi (Pempov) Sumatra Utara (Sumut) kembali menggelar Doa Bersama Lintas Agama, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Senin (29/3).

Doa bersama ini dipimpin oleh 6 pemuka agama secara bergantian. Antara lain Agama Islam dipimpin oleh Moh Hatta, Agama Kristen oleh Eben Siagian, Agama Katolik oleh Serfain Dany Sanusi, Agama Hindu oleh M Manugren, Agama Budha oleh Indra Wahidin, dan Agama Konghucu dipimpin oleh Muslim Linggouw.

Bacaan Lainnya
Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Edy Rahmayadi: Semua Upaya Harus Dibarengi oleh Doa
Pemcaan doa dalam agama Islam oleh Ustaz Moh Hatta dalam Doa Bersama Lintas Agama untuk perangi Covid-19 (Indiespot.id/Humas Sumut)

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan Pemprov untuk menangani Covid-19 seperti penanganan kesehatan, stimulus ekonomi, vaksinasi, bantuan sosial, hingga penegakan protokol kesehatan harus dibarengi oleh Doa. “Kepada Tuhan lah kita harus kembali, tidak ada jalan lain,” kata Gubernur.

Meski sudah ada vaksin, kata Gubernur, penegakan protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Gubernur mengaku sedih masih ada masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

“Bahkan masih berpeluk cium pipi kanan kiri, saya sedih sekali melihat seperti itu, seolah olah hanya saya yang kepingin itu,” kenang Edy.

Untuk itu, Edy mengharapkan agar tokoh masyarakat dapat mengimbau umatnya masing-masing untuk menjalankan protokol kesehatan. Di antaranya memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Ayolah masker ini satu-satunya obat yang paling manjur terhadap Covid-19, physical distancing, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” kata Edy. (EA)

 

Pos terkait