Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Sumut Kembali Diperpanjang Hingga 28 Februari

  • Whatsapp
Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Sumut Kembali Diperpanjang Hingga 28 Februari
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Irman Oemar. (Indiespot.id/Humas Diskominfo Sumut)

Indiespot.id-Medan. Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi kembali memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Keputusan ini tertuang dalam instruksi Gubernur Sumut dalam surat Nomor 188.54/3/INST/2021.

“Instruksi Gubernur ini berlaku sejak 15 Februari hingga 28 Februari 2021,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Irman Oemar, Selasa (16/2).

Bacaan Lainnya

Perpanjangan PKM ini berkaca dengan masih tingginya angka positivy rate dan angka kematian akibat Covid-19 di Sumut yang melampaui rata-rata nasional. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut, hingga 15 Februari 2021 tercatat penambahan 134 kasus, totalnya 22.999 kasus.

“Sampai tanggal 8 Februari 2021 angka kematian masih di atas rata-rata nasional yaitu 3,6 persen dan positivity rate 7,1persen. Untuk itu, kita putuskan untuk memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat agar covid-19 ini bisa kita kendalikan,” terang Irman yang juga Koordinator Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Sumut.

Pemberlakuan PKM berarti pembatasan pada tempat kerja (kantor) dengan maksimal 50 persen karyawan yang diizinkan bekerja di kantor dengan menerapkan protokol kesehatan ketat akan kembali berlakukan.

“Sektor penting berkaitan dengan kebutuhan pokok, kesehatan dan lainnya tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional,” ujarnya.

Termasuk perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri objek vital nasional tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional.

Sementara itu, untuk kegiatan restoran, yakni makan/minum di tempat hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas dan layanan pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai jam operasional restoran.

“Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal, restoran, cafe dan kuliner malam sampai dengan pukul 21.00 WIB san hiburan malam 22.00 WIB,” imbuhnya.

Terakhir, tempat ibadah diperbolehkan untuk melakukan kegiatan, namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan untuk kegiatan keagamaan dan sosial lainnya hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas maksimal. (EA)