Mentan: Penanaman Lumbung Pangan Baru di Humbahas Selesai Januari 2021

  • Whatsapp
Mentan Syahrul Yasin Limpo mendampingi Menko Marves Luhut Pandjaitan meninjau perkembangan penanaman dan kawasan Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Indiespot.id/Kementan)

Indiespot.id-Humbahas. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menargetkan penanaman lahan lumbung pangan baru di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) akan selesai pada Januari 2021. Syahrul mengatakan pengolahan lahan food estate sudah hampir 90 persen lebih.

“Bulan Desember ini insya Allah selesai 100 persen pemasangan mulsa dan penanamannya itu sudah tidak lama. Tinggal butuh menggerakkan lebih banyak orang dan tentu saja sesuai dengan target Januari insya Allah penanaman sudah selesai,” jelas Syahrul dalam keterangan pers, Sabtu (19/12).

Bacaan Lainnya

Mentan Syahrul menuturkan, kawasan lumbung pangan di Humbahas merupakan pengembangan lahan pertanian berbasis hortikultura sebagai komoditi utama. Terdapat tiga komoditi yang akan dikembangkan di food estate Humbahas, yaitu kentang, bawang merah dan bawang putih.

“Kita tinggal kita tunggu bagaimana melakukan budidaya dan penjagaan sehingga bisa panen dalam waktu yang sudah direncanakan,” tuturnya.

Menko Bidang Maritim dan Investasi (Marvest) Luhut Pandjaitan dalam peninjauannya mengatakan, progres pengerjaan lahan food estate sangat signifikan. Dalam empat tahun ke depan, lahan food estate Sumut akan diperluas sampai 30.000 hektare dan akan dikembangkan penanaman hortikultura.

“Ini baru pertama di Indonesia ada hamparan 215 hektare yang ditanami kentang, bawang putih dan bawang merah. Dari hasil data yang sudah dilaporkan kepala Balitbang Kementerian Pertanian hasilnya perkembangannya sangat baik,” jelas Luhut  .

Nantinya, kawasan pengembangan food estate ini akan menjadi model percontohan bagi daerah lain, sehingga ke depan kekurangan yang ditemui dalam proses olah lahan, budidaya, panen hingga pasca panen menjadi perbaikan di daerah lain.

“Nah kalau ini terus berjalan, rencana Pak Syahrul Limpo ini baru 215 hektare nanti akan 1000 hektare, total semua 30 ribu hektare jadi ini sebagai model sekarang. Saya rasa kita belajar dari kekurangan-kekurangan di sini untuk perbaiki nanti di tempat lain,” jelas Luhut. (EA)