IDI: Kalau Presiden Siap, Kami Juga Bersedia Menjadi Orang Pertama yang Divaksin

  • Whatsapp
Ketua PB IDI Daeng Mohammad Faqih alam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Indiespot.id/BNPB)

Indiespot.id-Jakarta. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengaku siap menjadi kelompok pertama yang menjalani vaksinasi bila Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga bersedia  menjadi orang pertama yang disuntik vaksin corona.

“Kalau Bapak Presiden sudah siap menjadi bagian jadi orang pertama yang disuntik, kami, PB IDI, yang dianggap role model dalam bidang kesehatan, juga menyatakan bersedia untuk yang pertama dilakukan penyuntikan,” kata Ketua PB IDI Daeng Mohammad Faqih dalam konferensi pers PB IDI, Senin (14/12).

Bacaan Lainnya

IDI menyatakan dukungannya terhadap program vaksinasi corona yang direncanakan pemerintah. Menurutnya, dengan (IDI) menjadi role model sebagai kelompok pertama yang divaksin corona, bisa menjawab keraguan masyarakat terhadap vaksin yang disiapkan, terlebih bagi masyarakat yang masuk ke dalam paternalistik.

“Hal penting juga, kita menyadari masyarakat itu ada yang paternalistik. Biasanya mereka tidak hanya sekadar ikut, mau atau mengerti dan paham terhadap suatu hal, melainkan harus diberikan contoh oleh orang yang dianggap pemimpin, orang lebih tua, serta orang lebih memgerti dan paham,”

“Oleh karena itu, adanya role model menjadi contoh, sehingga mereka meniru dan tidak ragu lagi terhadap program vaksinasi COVID-19. Karena program vaksinasi ini penting sekali. Harapan besar untuk menghentikan dan segera menuntaskan pandemi,” jelas Daeng.

Daeng mengatakan, vaksinisasi merupakan program besar yang disiapkan untuk menurunkan dan menghentikan penularan virus corona di Indonesia. Maka

“Kami ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program vaksin yang akan dilaksanakan. Karena apa? Program vaksin ini sangat besar bagi kita semua, bukan hanya bagi petugas kesehatan juga, tapi bagi seluruh rakyat untuk segera menghentikan atau menekan serendah-rendahnya proses penularan di masyarakat COVID-19,” pungkasnya.

Meski demikian, walau sudah ada vaksin dan vaksinasi, protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak) tetap harus dijalankan. Sehingga target pencegahan dan pengendalian Covid-19 berjalan dengan baik. (EA)

 

Pos terkait