Indiespot.id-Medan, Puluhan warga melakukan aksi penggerudukan sebuah rumah di Gang Kancil, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Senin (14/9). Warga meminta lantai rumah untuk dibongkar karena diduga ada mayat yang di kubur di situ.
Adapun kronologis kejadian berawal, pada hari Sabtu (12/9) malam, saat itu seorang warga mengalami kesurupan dan mengatakan ada sosok mayat yang ditanam di dalam sebuah rumah kosong.
Pada hari Senin (14/9) siang, peristiwa kembali terulang. Dua orang warga mengalami kesurupan, lalu ia menyebut ada sebuah mayat di dalam rumah. Salah seorang warga yang mengalami kesurupan lalu berteriak hiteris sambil berjalan menuju rumah itu. Warga kemudian beramai-ramai menuntunnya, sembari bertanya di mana lokasi mayat ditanam.
Rumah yang dituju tersebut terkunci rapat, namun ramainya massa yang ada, akhirnya gerbang rumah roboh juga. Warga terus memaksa masuk ke dalam rumah, hingga akhirnya Kepala Lingkungan VI, Dayat Iskandar datang menenangkan massa.
“Kamar itu sudah dibongkar polisi dan perangkat desa tadi pagi, hasilnya tidak ada mayat, bahkan wartawan juga sudah mengetahuinya,” ujar Kepling Dayat.
Dayat menambahkan, pengorekan dilakukan hingga ke dalaman 1 meter. Ia juga menjelaskan jika para penggali yang bekerja menggali rumah tersebut, juga memiliki pendapat tersendiri. Para penggali menilai
Jikalau memang ada mayat di dalam walaupun sudah membusuk sekalipun, tanahnya akan berubah dan tidak lagi padat.
“Intinya kecurigaan masyarakat tidak terbukti, saya juga tidak akan menutup-nutupi kejadian sebenarnya, termasuk dugaan warga mayat yang ditanam seorang bocah berusia 8 tahun,”
“Saya juga menanyakan ada tidak merasa kehilangan anak? Ada tidak yang merasakan kerugian? terus kenapa rumah orang mau dihancurin, apa gunanaya? kecuali di tempat kita ini ada salah satu yang hilang anaknya, nggak pulang pulang,” sambung Dayat.
Dayat juga menawarkan kepada warga, jika masih belum puas dengan hasilnya, untuk bersama-sama menanggung biaya kerusakan pembongkaran rumah.
“Bagaimana kita buat hitam di atas putih saya bersedia membongkar untuk mencari kebenaran, jika terjadi kerusakan saya bersedia mengganti upah pembongkaran, saya yang menanggung. Boleh, teken. Silahkan. Siapa yang mau?,” ungkap Dayat, yang kemudian warga membubarkan diri. (E4)






