Indiespot.id-Medan. DPP Demokrat menyerahkan surat keputusan (SK) rekomendasi dukungan Pilkada Medan kepada Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kamis (27/8). Ketua DPD Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain pun membenarkan hal itu.
“Ir Akhyar Nasution sah menerima rekomendasi dan B1KWK dari Ketum Demokrat Pak AHY dari DPP partai Demokrat,” ujar Zulkarnain kepada wartawan Jumat (28/8)
Zulkarnaen mengatakan rekomendasi ke Akhyar telah diserahkan langsung kepadanya di Kantor DPD Demokrat Sumut kemarin malam. Surat rekomendasi itu diserahkan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melalui DPC Partai Demokrat Kota Medan.
Sebelum menerima rekomendasi, Akhyar dan AHY sebelumnya telah melakukan video call. Video berdurasi 47 detik yang berisi percakapan keduanya juga sempat viral di media sosial. Beginilah singkatnya bunyi percakapan antara kedua politisi tersebut.
“Kedekatan dengan rakyat, itu harapan dan perjuangan kita ya pak,” ungkap AHY.
“Siap ketua,” jawab Akhyar
Zulkarnaen pun menyampaikan, Ketum Partai Demokrat itu menitip pesan ke Akhyar untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat.
“Pesan Ketua Umum Partai Demokrat Pak AHY agar dukungan itu digunakan untuk berjuang dan membawa Kota Medan ke arah perbaikan. Tolong perhatikan rakyat kita,”ujar Zulkarnaen.
AHY juga berpesan agar Akhyar berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan Pilkada, demi rakyat Kota Medan. AHY mengatakan dirinya akan berdoa dan berikhtiar bersama memenangkan mantan kader PDIP tersebut.
“Pastinya, berkeringat bersama dan berjuang bersama. Jaga kesehatan dan sampaikan salam untuk keluarga dan sampaikan salam untuk tim sukses. Tolong besarkan partai Demokrat juga. Menangkan suara, hati dan pikiran rakyat Kota Medan. Terima kasih, sukses selalu Assalammulaikum,” tutup AHY.
Akhyar Nasution sebelumnya menyatakan ingin maju melalui partainya di Pilwalkot Medan. Namun, PDIP tak kunjung memberi rekomendasi justru memilih menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution.
Kini, Akhyar mendapatkan dukungan dari PKS dan Demokrat. Plt Wali Kota Medan ini juga telah dipecat oleh PDIP dan dianggap sebagai pengkhianat partai. (EA)






